PAPUA — Dua peristiwa berbeda terjadi dalam satu hari di wilayah Papua.
Tentara Nasional Indonesia melalui Pusat Penerangan (Puspen) menegaskan, kedua insiden itu tidak saling berkaitan meskipun sama-sama melibatkan laporan kekerasan bersenjata.
Klarifikasi ini disampaikan untuk merespons informasi yang beredar di masyarakat terkait dugaan hubungan antara operasi keamanan dan laporan korban sipil di lokasi berbeda.
Baca Juga: Koramil 02/Wih Pesam Hijaukan Bantaran Sungai Redelong, Cegah Erosi Sungai dan Mitigasi Bencana Insiden pertama terjadi di Kampung Kembru. TNI menyebut operasi bermula dari laporan masyarakat mengenai keberadaan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, aparat melakukan patroli. Setibanya di lokasi, menurut keterangan resmi, prajurit TNI mendapat serangan tembakan lebih dulu sehingga terjadi kontak bersenjata.
Dalam peristiwa itu, empat orang yang disebut sebagai anggota kelompok bersenjata dilaporkan tewas.
Aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain senjata rakitan, senapan angin, amunisi berbagai kaliber, serta alat komunikasi dan atribut yang diduga terkait kelompok bersenjata.
Pada hari yang sama, laporan berbeda muncul dari Kampung Jigiunggi, sekitar 7 kilometer dari lokasi pertama. Seorang anak ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak.
TNI menyatakan menerima laporan dari aparat kampung setempat dan langsung melakukan pengecekan ke lokasi.
Namun, hingga kini penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan.
Pihak TNI menegaskan tidak ada keterlibatan prajurit dalam insiden tersebut.
Mereka menyebut tidak ada kegiatan patroli di wilayah Jigiunggi saat kejadian berlangsung, serta menekankan jarak lokasi yang cukup jauh dari titik kontak tembak di Kembru.