BADUNG – Kantor Imigrasi Ngurah Rai kembali menunjukkan ketegasan dalam menjaga gerbang negara dari buronan internasional.
Seorang Warga Negara Inggris berinisial SL (45), yang masuk dalam daftar Red Notice Interpol, berhasil diamankan petugas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara I Gusti Ngurah Rai saat tiba dari penerbangan Singapura–Denpasar.
Berdasarkan data intelijen, SL diduga sebagai pimpinan organisasi kriminal internasional yang mengendalikan jaringan operasi perusahaan fiktif dan pencucian uang (money laundering).
Baca Juga: Pelatih John Herdman Tetapkan Target Besar: Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030 Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menegaskan bahwa Bali tidak akan pernah menjadi tempat persembunyian aman bagi buronan internasional.
"Keberhasilan penangkapan SL adalah bukti nyata ketajaman insting dan pengalaman tinggi petugas kami di TPI Bandara Ngurah Rai. Sistem kami terintegrasi dan siap mendeteksi serta mengamankan DPO Interpol," ujar Bugie,28 Maret 2025.
Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas sistem peringatan dini dan koordinasi antara Imigrasi dengan penegak hukum internasional, memastikan buronan kasus kejahatan berat tidak bisa leluasa masuk ke Indonesia.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja petugas Imigrasi Ngurah Rai.
Ia menegaskan seluruh unit akan terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kewaspadaan, serta memaksimalkan teknologi dan kerja sama internasional demi menjaga Bali tetap aman dari ancaman kriminal lintas negara.
Setelah diamankan, SL langsung diserahkan ke Kepolisian Resor (Polres) Kawasan Bandara Ngurah Rai untuk proses hukum lebih lanjut sesuai prosedur penyerahan buronan internasional.
Penangkapan ini menegaskan pengawasan keimigrasian di pintu masuk Bali bersifat berlapis, ketat, dan responsif terhadap ancaman kriminal lintas negara.
Imigrasi Ngurah Rai menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan Interpol dan instansi terkait lainnya demi keamanan nasional.*
(dh)