JAKARTA — Dokter Tifauzia Tyassuma, atau yang akrab disapa Dokter Tifa, mengungkapkan keputusannya untuk menarik diri sejenak dari polemik yang melibatkan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Selasa (17/3/2026), Dokter Tifa menjelaskan bahwa ia memilih fokus pada ibadah di akhir bulan Ramadan 2026, menyibukkan diri dengan kegiatan salat, tadarus, dan membaca kitab hikmah, serta lebih banyak berdiam di rumah.
"Meskipun saya memilih rehat dari segala urusan, saya tetap mengikuti perkembangan polemik ini, tetapi hanya dari kejauhan," tulis Dokter Tifa dalam unggahannya.
Baca Juga: Kuasa Hukum Inara Rusli Ungkap Proses Olah TKP Dugaan Perzinaan, Ini Hasilnya Dokter Tifa sebelumnya aktif mengomentari berbagai isu yang muncul terkait ijazah Jokowi, termasuk langkah rekannya, Rismon Sianipar, yang mengajukan permohonan restorative justice (keadilan restoratif) yang akhirnya diterima oleh Jokowi.
Permohonan ini diajukan setelah Rismon mengakui bahwa ijazah Jokowi adalah asli, setelah melakukan penelitian ulang selama dua bulan.
Namun, Dokter Tifa menyesalkan keputusan Rismon yang memilih jalur restorative justice.
Ia menegaskan bahwa ia tidak akan mengikuti langkah tersebut dan merasa keputusan tersebut bukanlah karakter asli dari Rismon yang ia kenal.
Ia bahkan menduga bahwa ada tekanan yang memengaruhi keputusan tersebut.
"Saya menghargai pilihan setiap orang, tetapi ini bukan keputusan yang saya harapkan, dan saya merasa ada tekanan yang memengaruhi keputusan tersebut," ujar Dokter Tifa.
Sebagai informasi, Rismon Sianipar sebelumnya sempat mengungkapkan melalui bukunya Jokowi's White Paper bahwa ia menemukan indikasi ketidaksesuaian terkait watermark dan embos dokumen ijazah Jokowi.
Namun, setelah melakukan penelitian ulang, Rismon menyatakan bahwa hasil temuan sebelumnya mengandung kekeliruan.
Rismon mengaku bahwa analisisnya mengenai dokumen tersebut tidak akurat dan bahwa kedua unsur watermark dan embos pada ijazah Jokowi memang ada.