JAKARTA – Lima hari pasca penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, pelaku aksi tersebut belum berhasil ditangkap.
Kejadian berlangsung pada Kamis malam (12/3/2026) di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.
Baca Juga: RSCM Pastikan Andrie Yunus Tidak dalam Kondisi Mengancam Jiwa, Pemulihan Mata Terus Berlanjut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengatakan pihak kepolisian masih menganalisis rekaman CCTV yang diperoleh dari jalur-jalur yang dilalui pelaku.
"Kami masih mendalami atau menganalisis dari temuan CCTV yang diperoleh dari jalur-jalur yang diduga dilalui oleh para pelaku," ujar Iman, Senin (16/3/2026).
Polisi menduga pelaku berjumlah empat orang, menggunakan dua sepeda motor, dan bergerak dengan tenang serta terstruktur.
Dari hasil analisis, mereka sempat berkumpul di depan Stasiun Gambir sebelum mengikuti korban dari kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) hingga SPBU Cikini Raya.
Dalam proses penyelidikan, penyidik telah mengumpulkan rekaman CCTV dari 86 titik, menghasilkan 2.610 video dengan durasi total 10.320 menit.
Rekaman itu memperlihatkan pergerakan para pelaku menjelang dan setelah aksi penyiraman, termasuk rute pelarian mereka ke kawasan Senen, Gondangdia, Jakarta Selatan, Matraman, Jatinegara, hingga wilayah Kalibata, Ragunan, dan Bogor.
Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk melengkapi penyelidikan. Dugaan sementara, salah satu pelaku sempat mengganti pakaian untuk mengaburkan identitas sebelum melarikan diri.
"Hingga kini, penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap identitas serta motif pelaku," ujar Iman.*(tm/dh)