JAKARTA – Foto yang menunjukkan wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, viral di media sosial.
Foto yang beredar luas itu menampilkan dua orang yang mengendarai sepeda motor matic warna putih, dengan salah satu pelaku mengenakan baju putih dan yang lainnya mengenakan kaus biru.
Menyikapi beredarnya foto tersebut, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, memberikan klarifikasi bahwa gambar tersebut bukanlah foto asli, melainkan hasil dari teknologi Artificial Intelligence (AI).
Baca Juga: Singgung Kasus Novel Baswedan, Komisi XIII DPR Minta Polisi Ungkap Aktor Intelektual Teror Aktivis KontraS "Itu AI," tegas Roby dalam keterangannya pada Minggu (15/3/2026).
Dia menambahkan bahwa beredarnya foto tersebut justru akan mempersulit upaya polisi dalam mengidentifikasi ciri-ciri pelaku sebenarnya.
"Foto itu malah akan mendistraksi ciri-ciri pelaku yang sebenarnya," ujar Roby.
Polisi sendiri telah meningkatkan status kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ke tahap penyidikan.
Peningkatan status ini mengindikasikan bahwa aparat tengah memastikan pengusutan kasus yang mencuri perhatian publik ini berjalan dengan baik.
"Sudah (proses penyidikan)," jelas Roby.
Sebelumnya, Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang tak dikenal setelah menghadiri rekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI).
Andrie mengalami luka serius di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Andrie mengalami luka bakar hingga 24 persen pada tubuhnya.
Meski kasus ini sudah dinaikkan ke tahap penyidikan, polisi belum menetapkan tersangka. Menurut Roby, penetapan tersangka akan dilakukan setelah penyidikan mendalam dilakukan, dengan bukti yang cukup kuat.