JAKARTA – Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan, menyoroti dugaan kejanggalan ijazah milik Rismon Sianipar dari Universitas Yamaguchi, Jepang.
Hal ini diungkapkan Andi dalam program Interupsi bertajuk Babak Baru, Rismon Dilaporkan Ijazah Palsu yang tayang di iNews, Kamis (5/3/2026).
Andi menilai ijazah yang dimiliki Rismon berbeda secara mencolok dengan dokumen asli yang dimilikinya sebagai sampel.
Baca Juga: Ekspor Industri Kian Menggeliat, Neraca Perdagangan Sumut Januari 2026 Catat Surplus Rp7,7 Triliun Lebih Menurut dia, dugaan pemalsuan terlihat dari jenis kertas hingga penulisan huruf.
Andi menjelaskan, ijazah resmi dari Jepang selalu berwarna kuning karena dibuat dari serat bambu.
"Sedangkan ijazah Rismon menggunakan kertas HVS biasa," ujarnya.
Selain itu, Andi menunjukkan perbedaan pada huruf yang digunakan.
Ijazah asli Universitas Yamaguchi menulis nama rektor menggunakan huruf kanji.
Sementara, ijazah Rismon menggunakan huruf romaji, sesuatu yang tidak lazim untuk dokumen resmi di Jepang.
"Kalau di sini (ijazah Rismon) ditulis Hiroshi Kato, pakai huruf romaji. Tidak ada huruf romaji di ijazah atau sertifikat berbahasa Jepang," jelas Andi.
Andi menambahkan sejumlah kejanggalan lain, termasuk pola bahasa kanji yang ditolak universitas hingga keraguan terkait disertasi.
"Ini berdasarkan data dan korespondensi resmi dari Universitas Yamaguchi, bukan sekadar klaim," tegas Andi.