MEDAN - Warga Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, menyampaikan keresahan atas meningkatnya angka kriminalitas di kawasan tersebut.
Tawuran, begal, hingga pengerusakan rumah disebut kian marak terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Kamis, 5 Maret 2026, sejumlah warga didampingi tokoh agama dan tokoh masyarakat mendatangi Kantor DPRD Sumatera Utara di Jalan Imam Bonjol, Medan.
Baca Juga: Tok! Lolos Hukuman Mati, ABK Fandi Ramadhan Divonis 5 Tahun Penjara Mereka mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diterima langsung Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga bersama sejumlah anggota dewan di ruang Badan Anggaran.
RDP itu juga dihadiri Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi beserta jajaran, perwakilan Kodim 0201/Medan, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara.
Dalam forum tersebut, suasana berlangsung cukup alot. Warga menyampaikan keluhan secara terbuka terkait kondisi keamanan yang dinilai memburuk.
Salah satu tokoh agama Belawan, Ustadz Ingah Maulana, menyoroti dugaan lambannya penindakan terhadap bandar narkoba di wilayah itu.
"Kami ustadz saja tahu siapa saja bandarnya, apalagi polisi," kata Ingah dalam forum tersebut.
Ia bahkan menyebut sejumlah inisial yang diduga sebagai bandar narkotika di kawasan Belawan.
Menurut dia, terdapat sedikitnya lima nama yang kerap disebut warga sebagai pemain besar peredaran narkoba di wilayah itu.
Salah satu di antaranya berinisial S, yang disebut-sebut sulit ditangkap.
Selain itu terdapat seorang perempuan berinisial A yang diduga mengedarkan narkotika di kawasan Jalan Belanak, serta IG yang disebut memiliki wilayah edar di Jalan Kolam.