MEDAN – Sumatera Utara (Sumut) menempati peringkat pertama nasional dalam penyalahgunaan narkoba.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut, Brigjen Pol Tatarn Nugroho, menyebutkan berdasarkan data terbaru, sekitar 1,5 juta warga Sumut atau 10 persen dari total penduduk 15 juta terindikasi menggunakan narkoba.
Angka ini menguatkan hasil survei nasional BNN bersama Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia meningkat dari 1,73 persen menjadi 2,11 persen.
Baca Juga: Orang Tua Murid Kritik Makanan Bergizi di Padang Sidimpuan, Harga Murah Jadi Sorotan Dengan demikian, jumlah penyalahguna narkoba di seluruh Indonesia naik dari 3,3 juta menjadi 4,1 juta jiwa.
Brigjen Tatarn menegaskan, meskipun aparat berhasil menyita narkoba dalam jumlah besar, tingginya angka penyalahgunaan menunjukkan berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan selama ini belum optimal.
"Kami prihatin karena peredaran narkoba di Sumut masih cukup tinggi. Seluruh penegak hukum harus bersinergi dalam memberantasnya," ujarnya, Selasa (24/2/2026) di Polda Sumut.
BNNP Sumut mengusung jargon "War on Drugs for Humanity", yang menekankan perang melawan narkoba demi menyelamatkan generasi bangsa.
Tatarn menambahkan, upaya ini sejalan dengan prioritas nasional dalam Asta Cita Presiden untuk pencegahan dan pemberantasan narkotika demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan membangun budaya tangkal narkoba.
"Mari bergotong royong dan bersama-sama mengawal upaya ini, demi Sumatera Utara yang bersih dari narkoba," tutupnya.*
(mi/dh)