JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penggunaan jet pribadi dari mantan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang dalam perjalanan menuju lokasi peresmian Gedung Balai Sarkiah di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Nasaruddin menyebut dirinya menumpangi pesawat tersebut karena tidak ada alternatif transportasi lain pada jam malam.
"Karena jam 11 malam kan nggak mungkin ada pesawat lagi ke sana dan besok paginya balik lagi karena ada persiapan sidang isbat," ujar Nasaruddin di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026).
Baca Juga: Kejagung Geledah 16 Lokasi di Medan dan Pekanbaru Terkait Kasus POME, Sita Mobil Mewah hingga Aset Perusahaan Dia menambahkan, pelaporan ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan untuk melaporkan dugaan gratifikasi yang diterima selama menjalankan tugas resmi.
"Kali ini saya datang lagi, ya untuk menyampaikan terkait kepergian saya ke Makassar dengan menggunakan pesawat khusus itu," lanjutnya.
Sebelumnya, Kementerian Agama menyatakan jet pribadi tersebut disediakan oleh OSO, yang juga merupakan penyelenggara acara peresmian.
Kepala Biro Humas Kemenag Thobib Al Asyhar menjelaskan, "Pak OSO secara khusus mengundang dan berharap Balai Sarkiah diresmikan Menag. Beliau yang berinisiatif menyiapkan jet pribadi agar Menag bisa hadir di tengah agenda yang padat."
Peresmian Gedung Balai Sarkiah pada Minggu (15/2/2026) berlangsung di Kelurahan Sabintang, Takalar, dan dihadiri OSO beserta keluarga, Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye, tokoh agama, serta jajaran pemerintah daerah.
Gedung ini difungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial, sekaligus tempat edukasi agama dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Nasaruddin berharap gedung ini dapat bermanfaat luas bagi masyarakat, sekaligus mengapresiasi kontribusi keluarga OSO dalam pemberdayaan umat.
Pelaporan penggunaan jet pribadi ke KPK ini menjadi bagian dari upaya transparansi pejabat publik dalam menjalankan tugas resmi.*