TAPANULI SELATAN — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemantau Uang Rakyat (GEMPUR) Tabagsel menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati dan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (19/2/2026).
Mereka mendesak Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, segera mencopot Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas Pargarutan terkait dugaan mark-up anggaran tahun 2025.
Koordinator aksi, Alpin Praja Tanjung, dalam orasinya menyoroti dugaan persekongkolan antara pejabat Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur.
Baca Juga: Kepala Dinas PUTR Labura Ditahan Polrestabes Medan, Terlibat Kasus Penipuan Ia menyebut praktik tersebut berpotensi merugikan keuangan daerah dan mencederai kepercayaan publik.
"Kami mendesak Bupati Tapsel untuk segera mencopot Kadis Kesehatan dan Kapus Pargarutan terkait dugaan mark-up anggaran 2025," ujar Alpin di hadapan massa aksi di Sipirok.
Selain pencopotan jabatan, GEMPUR juga meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan tersebut secara transparan.
Mereka mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran 2025 di Puskesmas Pargarutan.
Aksi di halaman Kantor Bupati sempat diwarnai ketegangan setelah salah seorang anggota Satpol PP melarang massa mengambil foto di area lobi kantor.
Massa memprotes larangan tersebut dengan alasan kantor pemerintahan merupakan fasilitas publik.
Situasi memanas beberapa saat sebelum akhirnya mereda setelah dilakukan komunikasi antara aparat dan demonstran.
Usai berorasi di Kantor Bupati, massa bergerak ke Kantor Dinas Kesehatan.
Perwakilan diterima oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, Suryadi, yang menyatakan akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada pimpinan.