KEBUMEN – Ajiz Setyo Wihantoro (39), sopir mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), resmi dipecat setelah mengamuk dan menyerang 15 orang di Desa Karangsambung, Kecamatan Karanggayam, Kebumen, Jawa Tengah.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/2) sore ketika yang bersangkutan diduga mengemudi dalam keadaan mabuk dan menabrak gerbang SDN Clapar serta talud di sekitar lokasi.
Warga yang mencoba menolong pelaku justru menjadi sasaran amukan.
Baca Juga: Zulhas Buka Suara soal Dua Periode Prabowo: Lima Tahun Tidak Cukup Aparat kepolisian segera turun ke lokasi dan mengamankan Ajiz.
"Pertemuan dari para pihak, dari sopir MBG sudah minta maaf, kemudian ganti kerugian, pihak yang menjadi korban sudah diobati. Mediasi dilakukan secara kekeluargaan," kata Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, Minggu (8/2).
Plh Kapolsek Karanggayam, Ipda Samun, menambahkan meskipun kasus hukum tidak dilanjutkan, pihak Yayasan Bumi Tirto Mulyo tetap memberikan sanksi tegas.
"Hasil mediasi sepakat permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan. MBG memberhentikan Ajiz sejak mediasi kemarin. Intinya, sopir sudah tidak dipakai lagi," ujar Samun.
Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pengemudi kendaraan institusi publik, terutama saat membawa fasilitas layanan kepada masyarakat.
Sementara itu, warga yang menjadi korban kini telah mendapatkan perawatan, dan yayasan memastikan kejadian serupa tidak terulang.*
(d/ad)