MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, mendorong Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut untuk lebih aktif hadir di tengah masyarakat, salah satunya dengan terlibat dalam penerapan Restorative Justice (RJ).
Ajakan itu disampaikan Bobby saat menghadiri Gebyar Insan Cita dan Puncak Milad HMI ke-79 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Sabtu (7/2/2026).
"Tugas kita semua menjadikan HMI punya arti besar, khususnya di Sumut. HMI harus benar-benar hadir di masyarakat, menjadi penyeimbang pemerintah, sekaligus memberikan masukan agar tujuan pembentukan HMI tercapai," kata Bobby Nasution.
Baca Juga: Kapolda Riau Janji Usut Tuntas Pembunuhan Gajah Sumatera di Pelalawan: Kita Cari! Bobby menilai, kader HMI memiliki potensi luar biasa. Ia bahkan mengibaratkan HMI di dunia usaha sebagai "pemegang saham di Republik Indonesia".
Karena itu, Pemprov Sumut mengajak organisasi mahasiswa ini untuk bersama-sama membangun Sumut, termasuk dalam sosialisasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang mengatur program Restorative Justice.
Menurut Bobby Nasution, pelanggaran hukum yang dilakukan masyarakat marginal kerap muncul bukan untuk keuntungan pribadi, melainkan akibat keterbatasan pengetahuan dan kondisi hidup.
"Mungkin teman-teman HMI bisa bantu kami menjalankan program RJ. Posko-posko sudah tersedia di kabupaten/kota, silakan ambil bagian," ujarnya.
Pemprov Sumut sendiri telah meluncurkan program PRESTICE (Perlindungan Rakyat dengan Restorative Justice), bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Sumut.
Program ini memungkinkan penyelesaian tindak pidana ringan melalui pendekatan perdamaian dan pemulihan, tanpa harus melalui proses pengadilan yang panjang.
Ketua Badan Koordinator (Badko) HMI Sumut, Muhammad Yusril Mahendra Butar-butar, menyampaikan bahwa HMI selalu hadir di tengah masyarakat.
Ia mencontohkan partisipasi HMI saat bencana banjir dan tanah longsor akhir 2025, membantu korban di sejumlah kabupaten/kota.
"HMI tidak hanya menjadi mitra pemerintah, tetapi juga aktif mengkritisi dan memberikan masukan konstruktif," ujar Yusril.