SULUT– Insiden penganiayaan oleh oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) terhadap enam warga, termasuk seorang guru, memicu bentrok antara ratusan warga dan prajurit TNI di Pelabuhan Melongguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Kamis malam (22/1/2026).
Kapolres Kepulauan Talaud, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, menyampaikan bahwa korban awalnya seorang warga yang tengah memancing.
Namun, lima warga lain yang datang untuk menanyakan kejadian itu ikut dianiaya.
Baca Juga: Tragis! Dua Polisi Tewas Terhimpit Truk TNI Saat Menuju Lokasi Longsor Cisarua "Masyarakat sudah melapor ke Polres dengan jumlah pelaku sebanyak lima orang," ujar Arie, Jumat (23/1/2026).
Kronologi peristiwa bermula saat korban merekam anggota TNI AL yang diduga dalam keadaan mabuk.
Para anggota TNI yang merasa terganggu kemudian melakukan pengeroyokan hingga korban jatuh dan mengalami luka-luka.
Selanjutnya, keluarga korban mendatangi markas Lanal Melongguane untuk menuntut pertanggungjawaban, namun terjadi bentrokan dengan sekitar 20 anggota TNI AL.
Aksi ini memancing kemarahan warga. Sekitar 350 warga berkumpul di depan Patung Tuhan Yesus Melongguane, menuntut aparat menindak oknum TNI yang terlibat.
Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Anisya G. Bambungan, menegaskan bahwa pihaknya turun langsung untuk meredam konflik agar tidak meluas.
"Keadaan sudah tidak kondusif. Jika dibiarkan, bentrok akan semakin besar. Kami berharap kasus penganiayaan ini diusut tuntas dan pelaku diberikan hukuman setimpal," kata Anisya.
Kejadian ini mendapat perhatian publik setelah video bentrokan tersebar luas di media sosial.
Polisi kini tengah melakukan penyelidikan dan memeriksa para saksi, termasuk korban dan keluarga, untuk memastikan kronologi dan tindakan hukum yang tepat terhadap oknum prajurit TNI AL yang terlibat.*