JAKARTA – Partai Demokrat menegaskan bahwa pendirinya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak ada kaitannya dengan kontroversi yang melibatkan Roy Suryo terkait dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Badan Hukum dan Pengamanan (BHPP) DPP Demokrat, Muhajir, saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Selasa (20/1/2026).
"Perlu diketahui secara tegas Partai Demokrat dan Pak SBY tidak ada kaitannya dengan apa yang dilakukan oleh Roy Suryo dan kawan-kawan," kata Muhajir.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Perakitan Senjata Api Ilegal, Pastikan TNI-Polri Tak Terlibat Muhajir menjelaskan, Roy Suryo memang pernah menjadi kader Demokrat, tetapi telah keluar dari kepengurusan maupun keanggotaan sejak 2020.
Sementara polemik ijazah Jokowi baru bergulir pada 2025.
Belakangan, beredar konten di YouTube dan TikTok yang menuding SBY berada di balik langkah Roy Suryo cs.
Konten itu diproduksi oleh empat akun, yakni @AGRI FANANI, @Bang bOy, @Kajian Online, dan @sudirowibudhiusmp.
Demokrat menilai informasi yang disebarkan keempat akun tersebut merugikan nama baik SBY maupun partai.
Untuk menegakkan hukum dan klarifikasi, Demokrat melayangkan somasi agar keempat akun tersebut meminta maaf secara terbuka dalam waktu tiga hari sejak 31 Desember 2025.
Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, mereka tidak menanggapi.
Sebagai langkah selanjutnya, Demokrat melaporkan empat akun itu ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penyebaran berita bohong sesuai Pasal 263 ayat 1 dan 2, atau Pasal 264 KUHP. Laporan resmi tercatat dengan nomor LP/B/97/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.
"Kami laporkan keempat akun media sosial yang diduga menyebarkan berita bohong. Saat ini laporan sedang ditangani oleh Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.