JAWA TIMUR -Kasus perundungan yang menimpa Ethan, seorang siswa SMA, oleh Ivan Sugianto, yang memaksa Ethan untuk sujud dan menggonggong, mengundang perhatian publik. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa orang tua Ethan ternyata berasal dari keluarga yang cukup berkecukupan, dengan gaya hidup yang terlihat mewah.
Orang tua Ethan, yang dikenal sebagai Wandarto dan Ira Maria, tinggal di kawasan perumahan mewah Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur. Pakuwon City merupakan kawasan elit yang sering dihuni oleh keluarga-keluarga dengan status ekonomi tinggi.
Selain tempat tinggal yang mewah, Ethan juga bersekolah di SMA Kristen Gloria 2 Surabaya, salah satu sekolah bergengsi di kota tersebut. Menurut informasi yang dihimpun dari biaya.co.id, biaya pendidikan di sekolah ini cukup fantastis, dengan uang gedung mencapai Rp29 juta dan biaya SPP bulanan sebesar Rp2.350.000.
Dari segi profesi, ayah Ethan, Wandarto, diketahui bekerja sebagai pengusaha di bidang produksi kursi. Hal ini diungkapkan oleh istrinya, Ira Maria, dalam sebuah postingan media sosial. Ira Maria menyebutkan bahwa suaminya memproduksi kursi chrom besi, coating, dan stainless, yang menunjukkan bahwa mereka memiliki usaha yang cukup menguntungkan.
Meski memiliki kehidupan yang tampak mewah dan stabil secara finansial, keluarga Ethan kini dihadapkan pada ujian berat setelah peristiwa perundungan yang dialami anak mereka. Kejadian ini tidak hanya mengejutkan publik, tetapi juga mengundang keprihatinan banyak pihak, terutama terkait dengan perlakuan yang diterima Ethan.
Sosok orang tua Ethan, Wandarto dan Ira Maria, meskipun terlihat bahagia dengan dua anak mereka, kini merasakan kesedihan yang mendalam atas kejadian yang menimpa putra mereka. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi banyak orang tentang pentingnya pendidikan karakter dan perlakuan terhadap sesama, terutama dalam lingkungan pendidikan.
Publik pun berharap agar kejadian ini menjadi perhatian serius, baik bagi pihak sekolah, masyarakat, maupun keluarga korban, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
(N/014)