KUTACANE – Ketua DPD LSM Penjara Aceh, Pajri Gegoh Selian, mengecam keras aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh dua LSM di depan Mapolda Aceh pada Rabu (14/1/2026).
Pajri menilai, aksi tersebut tidak sepenuhnya murni menyuarakan aspirasi publik, melainkan diduga sarat kepentingan tertentu, termasuk keterlibatan bandar narkoba.
"Jika benar terdapat agenda tersembunyi di balik aksi tersebut, maka ini bukan lagi gerakan sosial, melainkan upaya menekan aparat penegak hukum. Hal ini perlu penyelidikan agar terang," ujar Pajri.
Baca Juga: Warga Terdampak Tambang Bogor Demo Ricuh, Minta Gubernur Penuhi Janji Bansos Pajri menekankan bahwa LSM seharusnya menjadi mitra kritis yang objektif dan independen, bukan alat bagi pihak-pihak tertentu untuk melindungi kepentingan pribadi yang bertentangan hukum.
Ia bahkan mengungkap dugaan keterkaitan keluarga salah satu LSM dengan bisnis narkoba di Aceh Tenggara.
Dugaan tersebut, menurut Pajri, muncul sebagai reaksi terhadap penegakan hukum yang tegas oleh Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, bersama Kasat Narkoba IPTU Yose Rizaldi, yang berkomitmen memberantas peredaran narkotika.
"Kami mendukung penuh langkah Polda Aceh dalam memberantas segala bentuk kejahatan, khususnya narkoba. Jika ada pihak yang memanfaatkan LSM untuk kepentingan ilegal, hal ini harus diusut tuntas demi menjaga kepercayaan publik," tegasnya.
Pajri berharap aparat kepolisian tetap profesional dan transparan, serta tidak terpengaruh tekanan dari kelompok mana pun.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat cerdas menilai setiap aksi unjuk rasa agar aspirasi publik tetap terlindungi tanpa dimanipulasi kepentingan tersembunyi.*
(dh)