MEDAN – Seorang pria bernama Maratur Simanjuntak (33) harus merasakan sakit setelah kaki kirinya ditembak polisi saat penangkapan atas dugaan pencurian rumah di Medan Timur.
Saat konferensi pers digelar pada Sabtu (10/1/2026), Maratur tampak terpincang-pincang dan meringis kesakitan.
Baca Juga: Ayah Alm Prada Lucky Namo Ditangkap Denpom Kupang Atas Laporan Istri, Kuasa Hukum Kirim Surat ke Presiden Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus Butarbutar, menjelaskan bahwa tersangka beraksi di rumah korban yang sedang mudik Natal dan Tahun Baru di Porsea.
Dalam kurun empat hari berturut-turut, Maratur leluasa mengambil barang berharga di rumah tersebut.
"Korban sedang mudik ke rumah keluarganya, sehingga rumah kosong. Saat kembali, rumah sudah bersih diambil tersangka," ujar Agus.
Polisi juga mengungkap bahwa Maratur tidak bertindak sendiri. Ia bekerja sama dengan rekannya berinisial B.
Selain itu, uang hasil penjualan barang curian digunakan untuk membeli narkoba dari seorang pengedar bernama Asril, yang kini juga ditangkap dalam kasus narkotika.
Dari pemeriksaan lebih lanjut, tersangka ternyata mantan narapidana dengan catatan panjang: ia sudah menjalani hukuman empat kali kasus pencurian sepeda motor.
"Uang hasil kejahatan tersangka dipakai membeli sabu. Pengedarnya sudah ditindak dan diamankan di Polres Medan Timur," tambah Agus.
Polisi menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari upaya pemberantasan kejahatan berulang sekaligus peredaran narkotika di wilayah Medan Timur.
Maratur kini ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.*