MEDAN — Seorang balita berusia empat tahun, Asmi Anggraini, menjadi korban peluru nyasar saat tawuran terjadi di kawasan Medan Belawan, Sumatera Utara.
Peluru mengenai mata kanan Asmi hingga membuatnya harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pirngadi Medan.
Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Belawan telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi tawuran tersebut.
Baca Juga: Peringatan Hari Jadi ke-22 Sergai: Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Jadi Kunci Pembangunan Namun polisi belum memastikan apakah salah satu dari mereka merupakan pelaku penembakan.
"Sudah ada tiga orang yang diamankan terkait tawuran. Saat ini masih pendalaman untuk mengetahui siapa yang memegang senjata," kata Pelaksana Harian Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman, Rabu, 7 Januari 2026.
Wahyudi menyebutkan, ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap asal senjata api yang digunakan serta pelaku yang melepaskan tembakan hingga melukai korban.
Peristiwa penembakan itu terjadi pada Senin malam, 5 Januari 2026, sekitar pukul 19.30 WIB.
Saat itu, Asmi bersama ibunya, Romanda Siregar, sedang menaiki becak motor untuk menjemput ayahnya yang bekerja sebagai nelayan.
Di depan Kantor Pos Belawan, Jalan Medan–Belawan, laju kendaraan mereka terhenti akibat tawuran yang berlangsung di jalan. Romanda memilih menunggu karena khawatir menjadi sasaran.
"Awalnya kami mau menjemput bapaknya. Tapi di jalan ada perang, jadi kami menunggu di simpang," kata Romanda saat ditemui di RS Pirngadi Medan.
Tak lama berselang, Asmi tiba-tiba memegang mata kanannya sambil menangis kesakitan. Darah mengalir dari mata bocah itu hingga membasahi bajunya.
Romanda langsung memeluk anaknya dan meminta pengemudi becak membawa mereka mencari pertolongan medis.