MEDAN - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Statistik Kriminal 2024/2025 yang menunjukkan tren penurunan kasus kejahatan terhadap nyawa di Indonesia.
Data yang dipublikasikan pada 12 Desember 2025 ini memaparkan angka pembunuhan, termasuk kelalaian yang mengakibatkan kematian.
Berdasarkan laporan BPS, Sumatera Utara (Sumut) mencatat 139 kasus pembunuhan, menempati urutan kedua tertinggi setelah Jawa Timur dengan 307 kasus.
Baca Juga: Golkar Sumut Memanas! Penunjukan Plt Ketua Picu Protes, Muhyan Tambuse Sebut Ada Kepentingan Tersembunyi Posisi ketiga ditempati Papua dengan 114 kasus, diikuti Sumatera Selatan 92 kasus, dan Jawa Barat 75 kasus.
Meski kasus pembunuhan tertinggi masih menonjol di beberapa provinsi, terdapat tren penurunan secara nasional.
Jumlah pembunuhan menurun dari 1.129 kejadian pada 2023 menjadi 1.106 kejadian pada 2024.
Kasus kelalaian yang mengakibatkan kematian juga turun signifikan, dari 875 kejadian menjadi 563 kejadian pada periode yang sama.
BPS mencatat, wilayah dengan kasus pembunuhan terendah adalah Sumatera Barat dengan lima kejadian, disusul Maluku Utara delapan kasus, serta Kalimantan Utara dan Gorontalo masing-masing 10 kasus.
Sementara itu, jumlah kejahatan secara keseluruhan juga menurun, dari 584.991 kejadian pada 2023 menjadi 561.993 kejadian pada 2024.
Indikator risiko penduduk terkena kejahatan turun dari 214 pada 2023 menjadi 204 pada 2024.
Wilayah Polda Metro Jaya tetap mendominasi dengan jumlah kejahatan tertinggi, mencapai 77.261 kejadian, mencakup DKI Jakarta serta Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi, serta Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang.
Penurunan tren kejahatan ini menjadi sinyal positif bagi aparat kepolisian dan pemerintah untuk terus memperkuat sistem pencegahan, pengawasan, dan edukasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.*