TAPANULI TENGAH – Aksi sekelompok pemuda yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di Jembatan Garoga, Desa Pulo Pakkat 1, Kecamatan Suka Bangun, Tapanuli Tengah, viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat beberapa pemuda meminta uang kepada setiap kendaraan yang melintas dengan nominal bervariasi, mulai Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu.
Perekam video mengimbau masyarakat untuk tidak menyerahkan uang kepada para pemuda tersebut.
Baca Juga: Ribuan Warga Mengungsi, GAMKI Tuntut Hunian Layak untuk Korban Banjir Segera Dibangun! "Jangan ada yang kasih, lewat terus, Pak, saya tanggung jawab. Tolong segera datang ke mari Pak Kapolsek, Pak Kapolres, supaya tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, membenarkan adanya video viral tersebut.
Ia menyebut Polsek setempat sudah menindaklanjuti laporan dan melakukan penertiban.
"Sudah ditindaklanjuti dan sudah ditangani oleh Polsek," kata Ferry saat dikonfirmasi, Senin (8/12/2025).
Ferry juga mengimbau masyarakat untuk tidak memanfaatkan situasi bencana sebagai kesempatan meraup keuntungan pribadi.
"Imbauan kita dalam kondisi musibah bencana seperti ini, supaya membantu, jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan," tegasnya.
Kejadian ini menjadi perhatian publik karena terjadi saat warga tengah menghadapi bencana, sehingga memunculkan sorotan mengenai etika dan tanggung jawab sosial di tengah musibah.*
(d/ad)