NIAS SELATAN– Ruang rapat Inspektorat Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, mendadak ramai pada Selasa (18/11/2025).
Sejumlah masyarakat Desa Hilimbaruzo, Kecamatan Mazo, hadir dalam pertemuan dengan Inspektur Nias Selatan, Amsarno Sarumaha, didampingi Camat Mazo dan Kepala Desa Hilimbaruzo, Samahati Hulu.
Baca Juga: Audit Dana Desa Hilimbaruzo Memanas: Warga Terbelah, Inspektorat Tegaskan Laporan Tak Bisa Dicabut Kedatangan mereka menarik perhatian awak media di sekitar kantor pengawas internal pemerintah.
Pertemuan itu digelar terkait laporan dugaan penyimpangan Dana Desa Hilimbaruzo tahun anggaran 2020–2024. Namun, niat warga untuk mencabut laporan ditolak tegas oleh Inspektur Amsarno.
"Sama seperti yang kami sampaikan kepada pelapor, Camat, Kepala Desa, dan masyarakat, laporan yang masuk ke Inspektorat tidak dapat dicabut atau diminta kembali," tegas Amsarno. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Inspektorat akan menindaklanjuti dugaan penyimpangan secara menyeluruh, meskipun personel terbatas.
Audit Dana Desa Hilimbaruzo akan menyasar seluruh tahapan pengelolaan anggaran, mulai dari perencanaan, pencairan, hingga serapan di lapangan. Jika ditemukan pelanggaran yang merugikan keuangan negara, rekomendasi tindak lanjut akan langsung diarahkan ke proses hukum.
Ironisnya, salah satu proyek Dana Desa, yakni pembangunan kantor desa tahun 2020, belum difungsikan sebagaimana mestinya.Kepala Desa Samahati Hulu mengaku sementara menempati gedung tersebut bersama keluarganya karena belum memiliki rumah sendiri.
Langkah tegas Inspektorat ini menjadi sorotan publik. Apakah audit akan benar-benar mengungkap akar persoalan, atau hanya berhenti di meja birokrat?
Masyarakat berharap hasil
audit dapat memastikan
Dana Desa kembali kepada hakikatnya: meningkatkan kesejahteraan warga pelosok, bukan menjadi lahan perselisihan dan penyalahgunaan.
Audit Hilimbaruzo kini menjadi ujian kredibilitas pengawas keuangan daerah. Langkah Inspektorat akan menjadi contoh bagi pengelolaan Dana Desa di wilayah lain, memastikan transparansi dan akuntabilitas benar-benar dijalankan.*
(ad)