PANGKALPINANG — Tiga oknum anggota TNI, dua dari Korem 045/Garuda Jaya dan satu dari Kodim 0413/Bangka, diduga menganiaya seorang sekuriti Grand Milenium Club (GMC) berinisial G pada Selasa malam, 18 November 2025.
Insiden terjadi di kawasan hiburan malam Jalan Koba, Pangkalpinang, sekitar pukul 23.00 WIB, dan kembali mencoreng citra institusi militer.
Informasi internal GMC menyebutkan bahwa keributan bermula ketika dua oknum TNI merasa ditipu oleh seorang warga sipil yang menjual inex palsu.
Baca Juga: Bupati Batu Bara Hadiri Penandatanganan MoU Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial se-Sumatera Utara Ketegangan meningkat, hingga seorang LC memanggil G untuk melerai. Namun bukannya meredam, G justru menjadi sasaran pemukulan.
"Awalnya karena ada warga sipil jual inex palsu. Mereka marah. Sekuriti G datang mau melerai, tapi malah dipukul karena disangka teman orang yang dipukul," ujar seorang sumber GMC yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Ia juga mengkritik lemahnya standar operasional di klub malam tersebut.
"Seharusnya sekuriti pakai seragam, biar jelas mana petugas mana pengunjung," katanya.
Melalui pesan WhatsApp, G menceritakan bahwa ia dipanggil untuk menengahi keributan di dalam ruang diskotek.
Namun suasana yang penuh musik membuat komunikasinya tak terdengar.
"Aku cuma jalankan tugas. Tapi seragam kami sama saja dengan pengunjung, SOP memang kurang. Mereka kira aku kawan orang yang mereka pukul," ujarnya.
Menurut G, lampu putih sempat dinyalakan sebagai tanda situasi darurat, tetapi musik tetap dibiarkan menyala sehingga suasana semakin kacau.
"Aku bilang jangan ribut di sini. Tapi mungkin mereka anggap aku pengunjung, makanya aku juga kena gebok. Untung aku sempat lari," tuturnya.