BATU BARA — Warga Kabupaten Batu Bara kembali dibuat resah setelah beredarnya video viral yang memperlihatkan aksi pencurian sepeda motor (curanmor) di halaman Masjid Nurul Husnah, Tanah Rendah, Kecamatan Air Putih.
Kejadian tersebut berlangsung pada Selasa, 18 November 2025, sekitar pukul 05.05 WIB, tepat saat umat Muslim melaksanakan ibadah salat subuh.
Dalam rekaman CCTV masjid yang kini beredar luas di media sosial, tampak seorang pria yang diduga pelaku beraksi berjumlah tiga orang. Ia terlihat mengenakan jaket dan songkok hitam, dengan gerak-gerik mencurigakan sejak memasuki area parkir.
Baca Juga: Terungkap! Sopir Sendiri Diduga Pembakar Rumah Hakim Khamazaro Waruwu di Medan Pelaku kemudian dengan cepat mendekati sepeda motor milik jemaah yang tengah berada di dalam masjid, dan dalam hitungan detik berhasil membawa kabur kendaraan tersebut.
Kronologi KejadianKorban diketahui datang ke Masjid Nurul Husnah untuk melaksanakan salat subuh seperti biasanya.
Ia memarkirkan sepeda motornya di halaman masjid yang pada saat itu masih dalam kondisi gelap dan sunyi.
Namun, ketika ibadah selesai dan korban hendak pulang, ia terkejut mendapati sepeda motornya sudah tidak ada lagi.
Setelah dicek melalui kamera CCTV bersama pengurus masjid, terlihat jelas aksi pelaku saat membawa kabur kendaraan tersebut.Belum Ada Keterangan Resmi dari AparatHingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian maupun aparat penegak hukum lainnya belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pelaku, jumlah kerugian, maupun perkembangan proses penyelidikan.
Warga berharap kepolisian bergerak cepat mengusut kasus ini mengingat lokasi kejadian berada di tempat ibadah, yang seharusnya menjadi area aman bagi masyarakat.
Warga Minta Keamanan DitingkatkanUsai kejadian ini, masyarakat setempat mengaku semakin khawatir mengingat aksi curanmor kini semakin nekat dan terjadi pada waktu-waktu rawan seperti subuh.
Warga meminta pihak berwenang meningkatkan patroli keamanan, khususnya di sekitar rumah ibadah dan kawasan perkampungan.
Selain itu, tokoh masyarakat mengimbau jemaah agar selalu meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan kunci ganda, gembok tambahan, maupun sistem keamanan lain pada kendaraan mereka untuk mencegah tindak kriminal.