BANDAR LAMPUNG – Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung menggelar apel pasukan Operasi Zebra Krakatau 2025 di Lapangan Mapolresta, Senin pagi, 17 November 2025.
Apel dipimpin langsung Kapolresta Bandar Lampung, Komisaris Besar Alfret Jacob Tilukay, dan dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat utama Polresta, serta personel gabungan TNI–Polri dan instansi terkait.
Dalam amanat Kapolda Lampung yang dibacakan Kapolresta, Operasi Zebra disebut sebagai langkah awal memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung dalam meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Baca Juga: Polda Lampung Mulai Operasi Zebra Krakatau 2025, Prioritaskan Keselamatan Masyarakat di Jalan Raya "Operasi ini harus berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Alfret.
Ia menambahkan, penindakan pelanggaran lalu lintas akan dilakukan melalui upaya preemtif, preventif, hingga represif dengan pendekatan humanis.
Polri mengombinasikan penegakan hukum melalui tilang manual, ETLE, serta teguran simpatik.Sasaran prioritas meliputi berbagai potensi gangguan lalu lintas, termasuk balap liar dan penggunaan knalpot brong.
Data Subdit Gakkum Ditlantas Polda Lampung mencatat angka kecelakaan lalu lintas sepanjang Januari–Oktober 2025 masih tinggi, yakni 1.564 kejadian.
Dari jumlah itu, 466 orang meninggal dunia, 1.090 mengalami luka berat, dan 1.395 luka ringan.
Pelanggaran lalu lintas juga mencapai 238.581 kasus pada periode yang sama.Mayoritas pelanggar merupakan pengendara usia produktif 26–45 tahun, dengan kendaraan roda dua paling dominan.
Untuk menekan angka kecelakaan, Polri meningkatkan edukasi tertib berlalu lintas melalui sekolah, komunitas kendaraan, perkantoran, hingga pusat keramaian.
Pengawasan langsung diperkuat lewat penempatan personel dan patroli di titik rawan kecelakaan dan kemacetan.
Operasi Zebra Krakatau 2025 berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025. Sebanyak 53 personel Polresta diterjunkan dengan dukungan lintas instansi.