JAKARTA – Polda Metro Jaya mengungkap alasan tiga dari tujuh bom rakitan dalam peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta tidak meledak.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan, ketiga bom itu gagal meledak karena pelaku terluka sebelum sempat mengaktifkan bom.
"Iya betul, pelaku keburu terluka sehingga tidak sempat meledakkan bom tersebut," ujar Budi, Minggu (16/11/2025).
Baca Juga: Banyak Siswa SMAN 72 Trauma dan Minta Pindah, Pramono: Jika Belum Siap, Jangan Paksa Sekolah Dibuka Tim penjinak bom (Jibom) kini telah mengamankan ketiga bom tersebut.
Menurut Budi, ketiga bom rakitan itu sudah diserahkan ke Puslabfor Mabes Polri dan berstatus sebagai barang bukti.
"Info dari Jibom, ketiga bom ini sudah diurai dan dijadikan barang bukti di Puslabfor Mabes Polri," tambahnya.
Sebelumnya, pelaku, yang kini berstatus anak berkonflik hukum (ABH), merakit tujuh bom.
Ledakan terjadi di dua lokasi, yaitu Masjid dan area taman baca serta bank sampah di lingkungan SMAN 72.
Bom di masjid diledakkan menggunakan remote, sementara di TKP kedua menggunakan sumbu.
Densus 88 Anti-teror Polri menambahkan, bom rakitan pelaku dibuat secara mandiri dengan memanfaatkan tutorial dari internet.
"Dirakit sendiri, dan pelaku mengakses tutorial melalui internet mengenai cara merakit bom," kata Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, Senin (10/11/2025).
Peristiwa ledakan ini memicu keprihatinan publik, terutama di kalangan sekolah dan orang tua siswa, yang kini menyoroti keamanan di lingkungan pendidikan.