MEDAN — Polisi memastikan penyelidikan kematian wartawan media online Niko Saragih masih berjalan.
Hingga kini, hasil ekshumasi atau pembongkaran makam untuk autopsi ulang jenazah belum diterima oleh penyidik.
Baca Juga: Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution Ajak Wartawan Kolaborasi Wujudkan Indonesia Emas "Kita serius. Unit Reskrim Polsek Medan Baru tidak pernah mendiamkan kasus ini," kata Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu PM Tambunan, kepada wartawan, Selasa, 4 November 2025.
Tambunan menegaskan penyidik tetap bekerja secara profesional dan hati-hati agar penyelidikan tidak bersifat spekulatif.
"Kita harus kumpulkan semua bukti dan keterangan saksi dulu. Validitasnya harus benar-benar scientific investigation. Kita tidak mau gegabah," ujarnya.
Menurut Tambunan, polisi telah menerima hasil visum pengambilan sampel dari tubuh Niko yang dilakukan oleh Polda Sumatera Utara (Sumut).
Hasil itu pun telah disampaikan kepada penasihat hukum keluarga korban.
"Kalau dari Polda sudah keluar dan sudah kita terima. Sementara hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara masih kita koordinasikan," jelasnya.
Tambunan meminta pihak keluarga dan penasihat hukum Niko untuk bersabar menunggu proses penyelidikan.
Ia berjanji, setiap perkembangan akan segera diinformasikan secara terbuka kepada keluarga."Kita tetap berkoordinasi dengan dokter yang menangani autopsi. Kita tidak bisa mendesak mereka. Semoga bulan ini bisa tuntas kasus almarhum Niko," katanya.
Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan meminta Polda Sumut mengambil alih penyelidikan kasus tersebut.