Batubara — Masyarakat Batubara kembali diingatkan akan potensi terjadinya praktik serangan fajar jelang pemilu, yang biasa dilakukan oleh tim sukses pasangan calon (paslon) tertentu. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa aksi ini kerap berlangsung pada dini hari, mulai pukul 01.00 hingga menjelang subuh.
Menurut sumber terpercaya, tim sukses diduga membagikan uang kepada masyarakat dengan imbalan memilih paslon yang mereka dukung. Praktik ini tidak hanya melanggar aturan pemilu, tetapi juga merusak nilai demokrasi yang bersih dan adil.
Sejumlah warga meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas. Mereka berharap pelaku praktik politik uang ini dapat segera ditangkap dan dijerat hukum.
“Kalau ada calon yang menang dengan membeli suara, pasti nanti mereka akan melakukan korupsi. Kami yakin itu. Kami juga ingin memastikan demokrasi berjalan dengan jujur dan adil,” ujar salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Warga juga menegaskan bahwa informasi terkait praktik ini bersifat valid atau A1 dan bukan hoaks. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk bertindak berdasarkan informasi ini.
“Bawaslu dan aparat harus sigap. Jangan sampai pembiaran ini merusak kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi,” tambahnya.
(RED)