MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan dukungannya terhadap upaya perdamaian yang telah ditempuh antara Lurah Perintis Kecamatan Medan Timur, Muhammad Fadli, dan seorang warga bernama Mawardi pasca insiden keributan yang terjadi pada Senin (13/10/2025).
Dalam keterangannya, Wali Kota menilai langkah damai ini sebagai solusi konstruktif yang dapat menjadi pembelajaran penting bagi seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintahan.
"Saya mendukung upaya perdamaian yang telah dilakukan. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Saya berharap kejadian serupa tidak terulang kembali," ujar Wali Kota Rico Waas, Jumat (17/10/2025).
Baca Juga: Buntut Jadi Korban Salah Tangkap, Ketua NasDem Sumut Layangkan Somasi ke Polrestabes Medan dan Otoritas Bandara Proses perdamaian antara kedua belah pihak berlangsung pada Kamis (16/10/2025) sore di Polsek Medan Timur, dengan disaksikan langsung oleh Camat Medan Timur Noor Alfi Pane serta keluarga dari pihak Mawardi.
Lurah Muhammad Fadli mengonfirmasi bahwa proses berjalan lancar dan telah menghasilkan kesepakatan tertulis yang ditandatangani oleh Mawardi.
"Surat pernyataan yang ditandatangani bersama itu sebenarnya sesuai dengan petisi masyarakat Jalan Madukuro yang sudah berulang kali menyampaikan keluhan ke kelurahan," jelas Fadli.
Dalam surat tersebut, Mawardi menyatakan bersedia:- Tidak lagi memasang polisi tidur tanpa izin resmi- Tidak meletakkan gundukan tanah di depan rumahnya- Tidak membuang sampah sembarangan- Membongkar sendiri bangunan liar di atas fasilitas umum Jalan Madukuro
Fadli menambahkan, pihak kelurahan tetap terbuka untuk membantu proses pembongkaran jika Mawardi mengalami kendala.
"Silakan sampaikan ke jajaran kelurahan atau kecamatan, pasti akan kami bantu," ujarnya.
Fadli juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, atas dukungan penuh yang diberikan selama proses penyelesaian konflik berlangsung.
"Saya berterima kasih dan bangga sekali dengan pimpinan saya yang terus memberikan perhatian, dari awal terjadinya insiden hingga akhirnya dapat diselesaikan secara damai," ucapnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, insiden bermula saat Lurah Muhammad Fadli menindaklanjuti laporan warga terkait ban kendaraan yang sering bocor saat melintas di Jalan Madukuro.