TAPANULI SELATAN– Enam waria asal Desa Aek Badak Jae, Kecamatan Sayurmatinggi, menjadi sorotan setelah beradegan tak senonoh dalam sebuah video live TikTok yang viral di media sosial.
Salah satu pelaku diketahui berstatus pegawai PPPK di Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal.
Keenam pelaku, berinisial F.D., M.A.D., A.S., M.N., P.N., dan A.E.P., telah menjalani pemeriksaan awal oleh personel gabungan Satuan Intelkam Polres Tapanuli Selatan dan Polsek Batang Angkola pada Minggu malam (12/10/2025) di Kantor Desa Aek Badak Jae.
Baca Juga: Operasi Kilat Satnarkoba Pringsewu: 8 Tersangka Diciduk, 61 Butir Pil Heximer Disita Proses pemeriksaan turut dihadiri Kasat Intelkam Polres Tapsel AKP Oloan Lubis, S.H., Kanit Intelkam Polsek Batang Angkola AIPTU Prio Diponegoro, S.H., serta perangkat desa setempat.
"Para terduga pelaku mengakui bahwa benar mereka yang tampil dalam video TikTok vulgar tersebut," kata IPDA Amalisa Nofriyanthi Siregar, Kasi Humas Polres Tapanuli Selatan, Senin (13/10/2025).
Menurut Amalisa, para pelaku mengaku membuat konten itu untuk hiburan dan tidak menyangka akan viral. "Namun, konten tersebut jelas melanggar norma kesusilaan dan menimbulkan keresahan publik," tambahnya.
Video yang diberi judul "Challenge Mamak Bere" itu menampilkan para pelaku melakukan adegan vulgar di area kebun pisang, sehingga memicu kecaman luas dari masyarakat. Aksi cepat aparat kepolisian dalam menelusuri identitas pelaku mendapat apresiasi dari warga.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sayurmatinggi bersama Kepala Desa Aek Badak Jae telah melaporkan kasus ini ke Polres Tapanuli Selatan sebagai langkah moral untuk menegakkan nilai kesusilaan dan menjaga marwah daerah.
"Polres Tapsel mengapresiasi langkah cepat MUI dan kepala desa yang peduli terhadap keresahan warga. Kasus ini akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan hukum," tegas IPDA Amalisa.
Masyarakat setempat menilai perbuatan tersebut memalukan dan tidak mencerminkan nilai-nilai budaya Tapanuli Selatan yang religius. Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus ini dan menyiapkan langkah hukum berikutnya.*