MEDAN — Seorang wartawan senior, Elin Syaputra (58), menjadi korban penganiayaan saat meliput aksi unjuk rasa warga di depan pabrik PT Universal Global (UG) di Patumbak, Deli Serdang, Senin (6/10/2025).
Aksi kekerasan tersebut terjadi saat suasana unjuk rasa memanas, setelah sekelompok pria tak dikenal datang dan membubarkan massa secara paksa.
Elin yang saat itu sedang merekam kericuhan, dipukul menggunakan helm oleh salah seorang pria yang datang dari arah pabrik.
Baca Juga: Demo Warga Patumbak di Pabrik PT Universal Gloves Ricuh, Wartawan Jadi Korban Pemukulan Preman Rekan sesama jurnalis lainnya juga nyaris kehilangan telepon genggamnya yang sempat dirampas.
Tak terima atas tindakan kekerasan tersebut, Elin Syaputra bersama kuasa hukumnya Riki Irawan, S.H., M.H., langsung melaporkan insiden itu ke Polsek Patumbak, Selasa (7/10/2025).
Laporan tersebut telah diterima secara resmi dengan nomor:
LP/B/565/X/2025/SPKT/Polsek Patumbak, Polrestabes Medan/Polda Sumut, dan diterima oleh Aiptu D. Sinaga, S.H.
"Ini bukan hanya penganiayaan terhadap individu, tetapi juga serangan terhadap kebebasan pers. Kami meminta Kapolda Sumut, Kapolrestabes Medan, dan Kapolsek Patumbak untuk segera menangkap pelaku," tegas Riki Irawan.
Korban juga telah menjalani visum et repertum sebagai bukti medis untuk memperkuat proses hukum yang sedang berjalan.
Peristiwa penganiayaan terjadi saat warga melakukan aksi blokade di gerbang PT Universal Global, tepatnya di Jalan Pertahanan, Dusun I, Desa Patumbak Kampung, sebagai bentuk protes terhadap dugaan pencemaran lingkungan.
Warga menuding gudang penyimpanan cangkang milik perusahaan itu menyebabkan bau menyengat yang meresahkan pemukiman.
Saat massa menutup gerbang dan melakukan orasi, sekelompok pria diduga preman datang dari arah pabrik dan membubarkan aksi secara paksa.