Jakarta Pusat – Pompa air di underpass Senen dan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, hingga kini belum berfungsi optimal pasca pencurian yang terjadi beberapa waktu lalu. Proses pemulihan terhambat karena onderdil pengganti harus didatangkan dari luar negeri.“Di underpass Senen baru tiga pompa yang terpasang, sedangkan di Angkasa baru dua,” ujar Koordinator Pompa Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat, Teguh Iwan, saat dihubungi, Rabu (4/12/2024).
Sebelumnya, setiap underpass memiliki empat pompa air untuk mengantisipasi genangan saat hujan deras. Namun, akibat aksi pencurian kabel dan kerusakan yang terjadi, operasional pompa menjadi terganggu.Teguh mengungkapkan, keterlambatan perbaikan terjadi karena onderdil pengganti yang dibutuhkan harus diimpor. Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa proses pemasangan pompa air tambahan akan segera dilakukan.
“Barang dari luar negeri ini sedang dalam perjalanan. Kami targetkan pada 7 Desember 2024 pompa sudah bisa terpasang sepenuhnya di underpass Senen dan Angkasa,” tambah Teguh.Sementara itu, kamera CCTV yang sebelumnya dirusak oleh pelaku pencurian di kedua underpass kini telah diperbaiki dan kembali berfungsi normal. “CCTV sudah kembali aktif sejak hari ini. Kami harap ini dapat mencegah aksi pencurian serupa di masa depan,” imbuhnya.
Kasus pencurian kabel pompa air di dua underpass tersebut terjadi hampir bersamaan pada November lalu. Di underpass Angkasa, dua pelaku berinisial SL (34) dan SK (30) tertangkap basah saat memotong kabel pompa pada Rabu (13/11/2024) sekitar pukul 03.15 WIB.Di underpass Senen, pencurian serupa terjadi pada Sabtu (9/11/2024). Petugas Bina Marga yang melakukan pemeriksaan menemukan kabel keempat pompa telah diputus dan dibawa kabur. Kejadian ini juga diperkirakan berlangsung pada dini hari.
Berdasarkan keterangan polisi, para pelaku mengaku melakukan aksi pencurian tersebut karena alasan ekonomi. Kabel yang diambil dijual untuk mendapatkan uang. Meski pelaku sudah tertangkap, peristiwa ini mengakibatkan kerugian besar dan menghambat operasional pompa air, terutama menjelang musim hujan.Untuk mencegah kejadian serupa, Sudin Bina Marga Jakarta Pusat telah meningkatkan pengawasan dengan mengoptimalkan fungsi CCTV serta patroli rutin di area rawan. Teguh juga berharap, masyarakat dapat turut berperan dalam melaporkan hal-hal mencurigakan di sekitar fasilitas umum.“Peran masyarakat sangat penting. Jika melihat ada tindakan yang merusak fasilitas umum, segera laporkan kepada pihak berwenang agar kerusakan bisa diminimalisasi,” pungkasnya.Dengan pengoperasian penuh pompa air yang direncanakan rampung dalam beberapa hari mendatang, pihak Sudin Bina Marga optimis upaya mitigasi banjir di kawasan underpass dapat kembali berjalan dengan baik.
(JOHANSIRAIT)