LOMBOK BARAT -Sebuah kasus pelecehan seksual yang melibatkan pimpinan pondok pesantren di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini tengah mencuri perhatian publik.
Ahmad Faisal (60), yang dijuluki "Walid Lombok" oleh warga, ditetapkan sebagai tersangka setelah terungkap bahwa dia telah melecehkan belasan santriwati dengan modus agama.
Modus yang digunakan oleh Ahmad Faisal sangat mirip dengan karakter dalam film Malaysia berjudul Bidah yang sedang viral.
Dalam film tersebut, tokoh bernama Walid dikenal sebagai pemimpin karismatik yang menyembunyikan tindakannya dengan manipulasi agama, termasuk pelecehan seksual.
Tak disangka, hal yang sama diduga dilakukan oleh Faisal, yang juga mengaku sebagai seorang wali Allah kepada para santriwati.
Kasus ini terungkap setelah beberapa korban melapor kepada pihak berwajib dan mengungkapkan bahwa mereka menjadi korban pelecehan seksual dan persetubuhan dengan berbagai modus.
Modus pertama yang digunakan adalah menjanjikan penyucian rahim agar para santriwati bisa melahirkan seorang wali, sementara modus lainnya mencakup janji mendapatkan pasangan yang baik serta pengajaran doa yang disertai dengan pelecehan.
Menurut keterangan polisi, pelaku juga mengklaim bahwa ludahnya adalah suci dan dapat membawa korban menjadi tokoh terkenal di kampung mereka.
Modus-modus tersebut terbukti memanipulasi korban yang percaya kepada pelaku, yang menganggap dirinya memiliki kekuatan spiritual.
Setelah penangkapan, Ahmad Faisal mengakui bahwa tindakannya tidak dibenarkan dalam agama dan meminta maaf atas perbuatannya.
Namun, pengakuan tersebut tidak menghentikan proses hukum, yang kini tengah berlangsung dengan semakin banyaknya korban yang melapor.