Siswi MTs di Bima Dianiaya hingga Viral, Polisi Selidiki Kasus Kekerasan

BITVonline.com - Selasa, 17 Desember 2024 10:57 WIB

Bima, NTB – Sebuah video viral memperlihatkan aksi pengeroyokan terhadap seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Munawwarah di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Selasa (17/12/2024). Video tersebut memicu kemarahan publik setelah beredar luas di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun Facebook bernama Mawar Ratul Annisah.

Dalam rekaman yang beredar, korban terlihat mengenakan seragam olahraga berwarna biru. Ia dijambak oleh sejumlah pelaku hingga terjatuh ke aspal. Tidak berhenti di situ, korban kemudian diinjak dan dipukul bergantian oleh sekitar lima orang pelaku yang juga mengenakan seragam olahraga berwarna kuning dengan jilbab putih. Aksi kekerasan tersebut baru berhenti setelah seorang pengguna jalan yang kebetulan melintas turun tangan dan melerai kejadian tersebut.Video lain yang diunggah akun Facebook Aras OmAras memperlihatkan kondisi korban saat tengah menjalani perawatan di sebuah puskesmas. Dalam keterangan video itu, korban disebut dijemput di sekolah oleh para pelaku, kemudian dibawa ke lokasi kejadian dan dianiaya secara brutal.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu Franto Akcheryan Matondang, membenarkan kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Franto menyatakan bahwa pihak kepolisian masih dalam proses penyelidikan untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian dan motif di balik aksi pengeroyokan tersebut.“Iya, benar. Kasus ini sedang kami tangani. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut karena informasi baru kami terima siang tadi,” ujar Franto.Aksi kekerasan tersebut menuai kecaman dari berbagai kalangan. Banyak warganet yang mengungkapkan kemarahan dan rasa simpati terhadap korban. Mereka mendesak pihak sekolah dan kepolisian untuk segera menindak tegas para pelaku pengeroyokan.“Bagaimana bisa anak-anak sekolah melakukan aksi sekejam ini? Mereka harus diberi sanksi tegas agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tulis seorang warganet di kolom komentar unggahan viral.Selain itu, sebagian besar warganet menyoroti pentingnya peran sekolah dalam membina perilaku siswa dan mencegah kasus bullying atau kekerasan di lingkungan pendidikan.Kasus ini kembali menyoroti masalah kekerasan di lingkungan sekolah yang kerap kali terabaikan. Psikolog anak dan remaja, dr. Nurma Hidayati, mengatakan bahwa aksi kekerasan antarsiswa harus segera ditindak dengan langkah-langkah preventif dan edukatif.“Pihak sekolah perlu lebih proaktif dalam membangun lingkungan yang aman dan nyaman. Sosialisasi tentang bahaya bullying serta penguatan nilai-nilai empati dan disiplin harus dilakukan secara konsisten,” ujar Nurma.Nurma juga menambahkan bahwa dukungan psikologis bagi korban sangat penting untuk memulihkan trauma yang dialami akibat kejadian tersebut.(JOHANSIRAIT)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Hukum dan Kriminal

Indonesia Tanggap Bencana: Kementan Kirim 15 Ton Pangan untuk Myanmar

Hukum dan Kriminal

Arus Balik Lebaran 2025 Terpantau Padat di Jalur Lingkar Nagreg, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan

Hukum dan Kriminal

Menteri Karding Beri Penghargaan kepada Sugianto atas Aksi Heroiknya

Hukum dan Kriminal

Vadel Badjideh Cabut Kuasa Hukum dari Razman Arif Nasution, Keluarga Ungkap Alasan Keputusan

Hukum dan Kriminal

Update! Tanah Longsor Terjang Jalur Pacet-Cangar, 2 Orang Tewas Terjebak Pikap di Jurang

Hukum dan Kriminal

Resmi Mualaf, Ruben Onsu Khusyuk Salat Perdana di Musala Al Helmiah, Bangun Kenangan untuk Ibunda