Pembunuhan Sadis di Kebun Sawit Deli Serdang, Wanita Ditemukan dengan Pisau Tertancap di Perut

BITVonline.com - Rabu, 18 Desember 2024 03:14 WIB

SUMUT -Penemuan jasad seorang wanita dengan pisau tertancap di perutnya di perkebunan sawit, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menggegerkan masyarakat. Korban diketahui bernama Tiar Martha Situngkir (33), yang ternyata dibunuh oleh teman dekatnya, Haryanto Turnip (59).

Polisi telah mengungkap sejumlah fakta terkait kasus pembunuhan sadis ini. Berikut kronologi dan perkembangan terbaru kasus tersebut:

1. Ditemukan Tertancap Pisau di Perut

Jasad korban ditemukan pada Kamis (12/12/2024) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ditemukan, perut korban masih tertancap pisau. Kapolsek Medan Tembung, Kompol Jhonson Sitompul, mengonfirmasi kondisi tersebut dan menyebutkan jasad korban segera dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diautopsi.

2. Pelaku Ditangkap Saat Melarikan Diri ke Riau

Polisi melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya menangkap pelaku, Haryanto Turnip, pada Senin (16/12) di Bagan Siapi-api, Provinsi Riau. Saat ditangkap, pelaku berupaya melawan sehingga polisi menembak kaki pelaku untuk melumpuhkannya.

“Dilakukan penangkapan di Bagan Siapi-api, Riau, dan kami yakini bahwa yang bersangkutan melarikan diri dari lokasi,” ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Gidion Arif Setyawan.

3. Korban Dianiaya Sebelum Dibunuh

Pelaku tidak hanya menusuk korban, tetapi juga menganiaya korban secara brutal sebelum menghabisi nyawanya. Korban dicekik, dipukul, diinjak hingga tulang rusuknya patah, sebelum akhirnya ditikam di ulu hati.

4. Ada Kedekatan antara Korban dan Pelaku

Kapolrestabes Medan menyebutkan bahwa pelaku dan korban memiliki hubungan dekat. Namun, ia tidak merinci lebih lanjut tentang sifat hubungan tersebut.

“Ada cerita kedekatan antara pelaku dan korban, tetapi saya sampaikan ini sangat subyektif,” kata Gidion.

5. Cekcok Sebelum Pembunuhan

Korban dan pelaku diketahui sempat cekcok sebelum pembunuhan terjadi. Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab keributan tersebut. Pelaku juga sempat mengambil handphone korban setelah membunuhnya.

6. Makan Bersama Sebelum Kejadian

Pada hari pembunuhan, Selasa (10/12), pelaku dan korban sempat makan bersama di salah satu tempat makan. Hal ini bertepatan dengan ulang tahun pelaku. Usai makan, pelaku membawa korban ke kebun sawit menggunakan sepeda motor, di mana pembunuhan itu terjadi.

“Setelah makan bersama, pelaku membawa korban ke lokasi pembunuhan,” jelas Gidion.

7. Pelaku Membawa Pisau Sehari-hari

Pelaku diketahui sering membawa pisau dapur dalam kesehariannya sebagai tukang. Namun, polisi masih menyelidiki apakah pisau tersebut memang dipersiapkan untuk membunuh korban atau tidak.

“Pisau ini biasanya dibawa pelaku karena profesinya sebagai tukang. Kami akan membuktikan apakah ini memang direncanakan atau spontan,” kata Gidion.

8. Penyelidikan Motif Pembunuhan

Motif pembunuhan masih terus didalami oleh pihak kepolisian. Gidion menyebutkan bahwa motif sementara melibatkan unsur kekerasan dan dugaan penguasaan barang milik korban.

Kasus Ditangani Lebih Lanjut

Polisi terus melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus ini untuk memastikan keadilan bagi korban. Pelaku kini telah diamankan dan akan menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Berita Terkait

Hukum dan Kriminal

Modi Targetkan Restorasi Candi Prambanan Rampung Sebelum 2029, Siap Kembali Resmikan Bersama Prabowo

Hukum dan Kriminal

Prabowo Angkat Kisah Ramayana di Prambanan, Perkuat Diplomasi Budaya Bersama PM India Modi

Hukum dan Kriminal

KPK Geledah Kantor Bupati, Disdik hingga PUTR Langkat, Buru Bukti Baru Kasus OTT Ondim

Hukum dan Kriminal

Prabowo Jemput PM Modi di Yogya, Langsung Terbang ke Prambanan untuk Resmikan Kerja Sama Budaya

Hukum dan Kriminal

Mahasiswa Kepergok Isap Ganja di Rooftop Kos, Polisi Bongkar Dugaan Peredaran ke Rekan Kampus

Hukum dan Kriminal

Prabowo Ngaku Tiru Kebijakan PM Modi: Sudah Dapat Izin, Jadi Tak Bisa Digugat