MEDAN – Polisi mengungkapkan perkembangan terbaru dari kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang gadis pencari barang rongsokan di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil visum, korban terindikasi diperkosa.
“Visum sudah dilakukan, ditemukan sejumlah sperma, volumenya banyak (di bagian vital korban),” kata Gidion di Polrestabes Medan, Rabu (18/12). Gidion juga menyatakan bahwa hasil visum tersebut memperkuat dugaan adanya pemerkosaan terhadap korban.
Penyelidikan Kasus
Polisi telah memeriksa empat hingga lima saksi dalam upaya mengungkap identitas pelaku. Namun, penyelidikan mengalami kendala karena korban, yang diduga mengalami gangguan mental, belum bisa memberikan keterangan yang jelas. “Informasi untuk mengungkap siapa pelaku, peristiwa apa yang terjadi itu masih ada kendala. Tidak mungkin kita paksakan kepada yang bersangkutan untuk memberikan keterangan, malah kita menjadi salah,” tambah Gidion.
Gidion menjelaskan bahwa untuk melanjutkan pemeriksaan, pihaknya harus berhati-hati dalam menggali memori korban agar tidak memburukkan keadaan. “Ketika kita menanyakan kepada orang yang mengalami kendala seperti itu, jangan-jangan alih-alih kita melakukan upaya justru kita mengulik lagi memorinya,” ujarnya.
Kendala Lain
Selain itu, polisi juga menghadapi kendala terkait tidak adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Korban diduga diperkosa dan dianiaya oleh tiga pria di kawasan Sungai Lau Dendang pada awal Desember 2024. Insiden ini terjadi setelah korban dilaporkan tidak pulang selama tiga hari sejak Senin (2/12).
Korban akhirnya kembali pada Rabu (4/12) dengan kondisi pakaian yang kotor akibat tanah, dan bidan setempat menemukan sperma di sekitar kemaluan korban. Polisi kini berupaya menggali informasi lebih lanjut untuk mengungkap pelaku dan peristiwa tersebut secara menyeluruh.
Kasus ini masih dalam penyelidikan, dan pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap kebenaran dengan hati-hati, mengingat kondisi korban yang sedang mengalami trauma.
(N/014)