Staf UIN Makassar Diduga Terlibat Sindikat Uang Palsu Meninggal Dunia Sebelum Diperiksa

BITVonline.com - Minggu, 22 Desember 2024 04:01 WIB

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/12676761763d58d.jpeg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

MAKASSAR -Seorang staf Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar berinisial M dilaporkan meninggal dunia mendadak sebelum sempat diperiksa oleh pihak kepolisian. M diduga terlibat dalam sindikat peredaran uang palsu yang melibatkan sejumlah oknum di kampus tersebut.

Menurut informasi yang beredar, M meninggal akibat syok setelah namanya disebut-sebut terkait dengan sindikat uang palsu yang sempat menghebohkan lingkungan kampus. Kasus ini terungkap setelah adanya penangkapan terhadap Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, Andi Ibrahim (AI), dan staf kampus Mubin Nasir (40), yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bahtiar, mengungkapkan bahwa meskipun sempat beredar informasi mengenai keterlibatan M dalam kasus ini, penyelidikan lebih lanjut belum dilakukan karena belum adanya bukti yang cukup untuk mengarahkannya ke tersangka. “Informasi tersebut kami dapatkan di lingkungan kampus, namun belum ada bukti yang mengarah ke pernyataan itu,” kata Bahtiar, Sabtu (21/12/2024).

Kasus ini mulai terungkap setelah polisi mengamankan 17 tersangka terkait pencetakan dan peredaran uang palsu yang beroperasi di gedung Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Polisi juga berhasil membongkar pabrik uang palsu yang memanfaatkan fasilitas kampus tersebut. Para tersangka ditangkap di berbagai lokasi, termasuk Makassar, Gowa, Wajo, dan Mamuju, Sulawesi Barat.

Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, menyatakan bahwa pengungkapan sindikat ini bermula dari laporan masyarakat mengenai peredaran uang palsu di wilayah Lambengi, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. “Tim kami langsung bergerak setelah mendapat laporan masyarakat, dan berhasil mengungkap jaringan ini,” kata Kapolres.

Di antara barang bukti yang diamankan, polisi menemukan mesin pencetak uang palsu yang diduga dibeli seharga Rp 600 juta dari China. Mesin tersebut sebelumnya digunakan di rumah seorang pengusaha, ASS, yang diduga memiliki peran sentral dalam produksi dan distribusi uang palsu tersebut. Proses produksi kemudian dipindahkan ke kampus UIN Alauddin Makassar karena kapasitas mesin yang lebih besar diperlukan untuk mencetak uang palsu dalam jumlah besar.

Polisi juga sedang memburu tiga orang yang masih dalam daftar pencarian orang (DPO), yang diduga terlibat dalam sindikat uang palsu ini. Nama ASS, seorang pengusaha Makassar, terungkap dalam kaitannya dengan kasus ini.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengejar para pelaku dan memastikan seluruh jaringan sindikat ini terbongkar.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Hukum dan Kriminal

WFH 1 Hari Sepekan Resmi Segera Berlaku, Pemerintah Tunggu Arahan Presiden

Hukum dan Kriminal

Purbaya Lepas Wewenang Publikasi Kebijakan Batu Bara, Bahlil yang Akan Umumkan

Hukum dan Kriminal

Bahlil Pastikan Harga BBM Tetap Stabil Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Hukum dan Kriminal

KAI Siap Tindak Lanjuti Instruksi Prabowo Usai Tinjau Bantaran Rel Senen

Hukum dan Kriminal

Eks Sekretaris MA, Minta Dibebaskan dalam Sidang Kasus Gratifikasi dan TPPU

Hukum dan Kriminal

2 Bocah Hanyut di Sungai Silau Asahan, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian