CINANGKA – Kapolsek Cinangka, AKP Asep Iwan Kurniawan, membantah tuduhan bahwa pihaknya menolak permintaan pendampingan dari korban yang hendak mengejar sebuah mobil Brio terkait dugaan pencurian mobil sewa. Tuduhan tersebut mencuat setelah insiden penembakan tragis yang terjadi di rest area Balaraja.
Asep menjelaskan bahwa pada pukul 01.00 WIB, korban mendatangi Polsek Cinangka untuk meminta pendampingan dalam mengejar mobil. Namun, petugas meminta dokumen atau surat-surat kendaraan sebagai bagian dari prosedur operasional standar (SOP).
“Korban mengaku sebagai leasing yang hendak mengejar mobil, tetapi tidak dapat menunjukkan dokumen terkait kendaraan tersebut. Kami tidak bisa gegabah karena ini menyangkut keselamatan anggota dan korban sendiri,” ujar Asep.
Korban sempat mengatakan akan mengambil dokumen, tetapi tidak kembali ke Polsek. Tak lama kemudian, pihak kepolisian mendengar kabar tentang penembakan di rest area Balaraja yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Asep menegaskan bahwa narasi yang menyebut pihaknya menolak pendampingan tidak benar. “Kami hanya menjalankan SOP dengan meminta dokumen kendaraan dan memastikan situasi sebelum bertindak lebih lanjut,” tegasnya.
Kapolsek juga menyatakan keprihatinannya atas insiden penembakan yang terjadi. “Saya turut prihatin dengan peristiwa tersebut,” katanya, seraya berharap kasus ini segera diusut tuntas. Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama karena latar belakangnya yang melibatkan dugaan pencurian mobil sewa.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas koordinasi antara pihak leasing dan aparat kepolisian dalam menangani kasus serupa. Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengungkap fakta-fakta terkait insiden di rest area Balaraja, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
(CHRISTIE)