SUMUT-Puluhan anggota Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah provinsi Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa yang menggema di depan kantor Mapolda Sumatera Utara pada Jumat, 1 Maret 2024. Mereka menuntut Kapolda dan jajarannya untuk segera mengusut tuntas kasus suap menyuap penerimaan PPPK yang mengguncang Kabupaten Batubara pada tahun 2023.
Dalam aksi tersebut, terdengar teriakan meminta penangkapan terhadap Zahir, mantan Bupati Batubara periode 2018-2023, beserta Sekretaris Daerah dan Asisten III Pemkab Batubara. Mereka menduga kinerja Dirkrimsus Polda Sumatera Utara lemah dalam mengungkap kasus ini, menciptakan tanda tanya besar dalam benak masyarakat.
“Ada apa dengan Dirkrimsus, kenapa sangat lambat mengungkap dalang dari suap menyuap penerimaan PPPK tersebut yang tidak lain adalah mantan Bupati Batubara, yakni Zahir?” ujar koordinator aksi, Latif, yang juga merupakan putra daerah Batubara.
Polda Sumatera Utara, dalam kurun waktu satu bulan terakhir, sudah menetapkan 5 orang tersangka, dua di antaranya telah ditahan, sementara tiga lainnya belum. Ahmad Irham Tajhi, Sekretaris PW IPA Sumut, menyatakan keheranannya, “Kenapa ada yang ditahan dan ada yang tidak ditahan, padahal sudah ditetapkan sebagai tersangka atas suap menyuap PPPK ini?”
Ketua PW IPA Sumut, Mhd Amril Harahap, turut mengungkapkan dugaan bahwa Dirkrimsus mungkin sudah diamankan oleh Sekretaris Daerah (NDS) dan Asisten III (RA), yang diduga kuat ikut mendalangi dan menitipkan para korban untuk disuap oleh pejabat terkait.
Masa aksi mengumumkan rencananya untuk kembali mendatangi Mapolda Sumut pada Selasa depan dengan massa yang lebih besar. Ancaman akan melanjutkan aksi ke Mabes Polri di Jakarta juga menggema, menyiratkan ketidakpuasan terhadap penanganan kasus ini oleh Polda Sumut.
Setelah setengah jam berorasi, massa yang meneriakkan ‘Zahir’, ‘NDS’, dan ‘RS’ segera ditangkap sesuai permintaan mereka. Bagian Dirkrimsus Polda Sumatera Utara, diwakili oleh Hendrik dan Ramadhan Manulang, memberikan keterangan bahwa proses ini terus diusut oleh tim Dirkrimsus. Mereka mengucapkan terima kasih atas sikap dan tindakan PW IPA Sumut yang bersedia membantu mengungkap kasus suap menyuap PPPK 2023 di lingkungan pemerintah Batubara.
(KRISNA)