PAPUA -Di tengah kondisi Papua yang kerap diwarnai dengan ketegangan keamanan akibat kelompok bersenjata, berita tewasnya tokoh KKB Papua, Abubakar Kogoya, dalam kontak tembak dengan aparat gabungan TNI-Polri telah menjadi sorotan utama. Kejadian ini menunjukkan eskalasi ketegangan yang terus berlangsung di wilayah Papua yang sudah lama menjadi fokus perhatian terkait keamanan.
Abubakar Kogoya, yang telah lama menjadi sorotan dalam berbagai aksi kriminal di Papua, kembali menjadi pusat perhatian setelah insiden tragis ini. Rentetan aksi kriminal yang dilakukan Kogoya, seperti penembakan anggota Brimob dan warga sipil, telah mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Menurut Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi Ign Suriastawa, tindakan tegas aparat gabungan TNI-Polri dalam menghadapi kelompok bersenjata merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan untuk mendukung kelancaran pembangunan di Papua. Hal ini menjadi pernyataan penting mengingat Papua menjadi wilayah yang strategis dalam pembangunan nasional.
Sejarah kejahatan Abubakar Kogoya, termasuk penembakan terhadap aparat keamanan dan warga sipil, telah mencoreng perdamaian di Papua. Kasus-kasus seperti penembakan di Mile 69 Distrik Tembagapura pada tahun 2017 hingga penembakan di Gedung OB-1 Alun-alun Kuala Kencana pada tahun 2020 menjadi bukti nyata aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok tersebut.
Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon juga mengonfirmasi keberhasilan aparat dalam mereduksi kekuatan KKB Papua melalui kontak tembak tersebut. Namun, perlu diingat bahwa upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua tidak hanya dilakukan melalui tindakan militer, tetapi juga melalui pendekatan yang mengakomodasi aspirasi masyarakat Papua untuk pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Keberhasilan aparat dalam menghadapi KKB kali ini menjadi momentum untuk terus memperjuangkan perdamaian di Papua. Dengan demikian, diharapkan situasi keamanan di Papua dapat terus membaik sehingga pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua dapat tercapai dengan lebih baik di masa depan.
(K/09)