BINJAI -Sebuah insiden yang menarik perhatian terjadi di tol keluar Kota Binjai, Sumatera Utara, ketika sebuah mobil diduga menabrak kendaraan lain akibat masalah saldo e-toll. Kejadian ini menyoroti tantangan yang sering dihadapi oleh pengguna jalan tol di Indonesia, di mana kekurangan saldo bisa memicu ketegangan di antara pengemudi.
Mengutip pernyataan Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP Sonny W Siregar, pada Senin (22/4/2024), insiden tersebut kini telah menjadi perhatian Bidpropam Polda Sumut. Proses mediasi sedang berlangsung antara pihak terkait untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi.
Menurut Sonny, kejadian tersebut bukanlah tabrak lari melainkan akibat dari kesalahpahaman antara pengemudi mobil Avanza dan Pajero. Di tengah tol yang ramai, pengemudi Avanza terhambat karena kurangnya saldo e-toll, yang mengakibatkan pengemudi lain harus mengantre. Ketegangan mulai muncul ketika klakson dari belakang terus berbunyi, menyulut kesabaran para pengguna jalan lainnya.
Sementara pengendara Avanza tertahan di portal pintu keluar tol, pengendara Pajero di belakangnya mulai mendesak, yang pada akhirnya menyebabkan tabrakan di bagian belakang Avanza. Insiden ini memunculkan cekcok mulut di antara kedua pengemudi, yang kemudian berlanjut hingga di luar pintu tol.
Kejadian ini mencerminkan permasalahan yang umum terjadi di jalan tol Indonesia, di mana keterbatasan infrastruktur seperti saldo e-toll yang kurang dapat menciptakan ketegangan di antara pengguna jalan. Tindakan mediasi menjadi langkah yang tepat untuk menyelesaikan perbedaan dan menghindari eskalasi konflik yang lebih besar.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi pengguna jalan tol untuk selalu memastikan kesiapan saldo e-toll sebelum memasuki jalan tol, sambil juga menjaga kesabaran dan menghormati hak-hak pengguna jalan lainnya. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman dan tertib bagi semua pengguna jalan tol di Indonesia.
(K/09)