BNN Gagalkan Penyulundupan Sabu oleh Dua WN Thailand, Disembunyikan di Dubur dan Kelamin

BITVonline.com - Selasa, 14 Januari 2025 09:48 WIB

JAKARTA  -Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu oleh dua warga negara (WN) Thailand. Narkoba tersebut ditemukan disembunyikan di dubur, kelamin, dan bahkan ditelan oleh kedua pelaku yang berinisial BP dan CN.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol. I Wayan Sugiri menjelaskan bahwa penangkapan bermula dari informasi yang diterima petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta pada Rabu (1/1) sekitar pukul 06.30 WIB, yang mengamankan dua wanita WN Thailand tersebut di Terminal 2F Kedatangan Internasional. Penangkapan ini dilakukan setelah tim Bea Cukai melakukan profiling data penerbangan.

“Pemeriksaan mendalam terhadap kedua pelaku mengungkapkan bahwa mereka membawa narkotika jenis sabu-sabu yang disembunyikan di dalam tubuh mereka. BP menyembunyikan sabu-sabu di dubur, kelamin, dan menelan beberapa butir sabu-sabu,” kata Irjen Pol. I Wayan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/1/2025).

Secara rinci, BP membawa 595,54 gram sabu-sabu yang terdiri dari 36 butir sabu-sabu yang ditelan, satu butir dimasukkan ke kelamin, dan sembilan butir dimasukkan ke dubur. Sementara itu, CN membawa 333,19 gram sabu-sabu, yang satu butir disembunyikan di kelamin dan sembilan butir dibungkus rapi di dubur.

Penyelidikan lebih lanjut melibatkan tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi, yang berhasil melakukan “controlled delivery” untuk menangkap penerima narkoba di Indonesia, yang berinisial R di Tangerang Selatan. Berdasarkan interogasi, R mengungkapkan bahwa ia menerima perintah dari seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) berinisial J yang berada di Lapas Jakarta. Dari pengembangan kasus, tim juga berhasil menangkap WBP lainnya, F, yang memerintahkan J untuk mengambil narkotika tersebut.

Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Gatot Wibowo, menambahkan bahwa modus penyelundupan narkotika yang digunakan kedua pelaku sangat sulit untuk diungkap. Penggunaan metode seperti x-ray dan pemeriksaan rumah sakit diperlukan untuk mendeteksi penyelundupan yang disembunyikan dalam tubuh.

“Modus penyelundupan ini sangat sulit untuk dideteksi karena barang yang mereka bawa sangat jelas. Kami harus menggunakan teknologi dan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahuinya,” ungkap Gatot.

Saat ini, BNN dan Bea Cukai terus mendalami kasus ini dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya untuk mengungkap lebih banyak jaringan penyelundupan narkoba.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Berita Terkait

Hukum dan Kriminal

Andi Azwan Dorong dr Tifa Ajukan Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi

Hukum dan Kriminal

Sampah: Ancaman Kesehatan atau Sumber Ekonomi yang Terabaikan

Hukum dan Kriminal

Dituduh Dukung Korupsi Kuota Haji, Pigai: Itu Hoaks!

Hukum dan Kriminal

Presiden Prabowo Bahas Proyek Pengelolaan Sampah Jadi Energi dengan Rosan Roeslani

Hukum dan Kriminal

Kemnaker Pastikan Seluruh Aduan THR 2026 Ditindaklanjuti hingga Tuntas

Hukum dan Kriminal

Pastikan Pengamanan Lebaran, Kapolda Aceh Cek Posko dan Objek Wisata di Sabang