GRESIK -Suasana peribadatan jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat Benowo (GPIB) di Perumahan Cerme Indah, Kecamatan Cerme, Gresik, Jawa Timur, berubah menjadi gemuruh pada Rabu (8/5/2024) malam. Video yang viral di media sosial menunjukkan gangguan yang dialami jemaat saat beribadah, memunculkan kekhawatiran terkait kebebasan beragama.
Dalam video berdurasi 1 menit 20 detik itu, satu keluarga tiba-tiba mengganggu aktivitas ibadah dengan teriakan dan gangguan lainnya. Meskipun akar masalahnya belum jelas, situasi tersebut mengundang perhatian warga sekitar, yang berusaha meredam ketegangan.
Diperkirakan ada sekitar 30 jemaat yang tengah menjalankan ibadah saat gangguan tersebut terjadi. Meskipun demikian, proses ibadah sebelumnya berlangsung dengan aman dan kondusif. Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab gangguan tersebut.
Kejadian di Gresik ini menjadi sorotan setelah insiden serupa terjadi di Tangerang Selatan, di mana sekelompok mahasiswa universitas swasta dilaporkan dianiaya saat beribadah. Kasus-kasus ini menimbulkan kekhawatiran akan keamanan dan kebebasan beragama di Indonesia.
Anggota Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong, menyoroti peristiwa tersebut dan menyerukan perlindungan yang lebih baik dari pihak kepolisian. “Kita harap Polda Sumut maupun Polrestabes Medan dan jajaran bisa memberikan rasa aman dan nyaman akan kepastian hukum ini,” ungkapnya.
Demikianlah situasi yang terjadi di Gresik dan Tangerang Selatan, menciptakan keraguan akan kebebasan beragama dan menimbulkan pertanyaan tentang perlindungan yang memadai bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah mereka.
(N/014)