BITVONLINE.COM -Sebuah tragedi menyelimuti keluarga dan rekan-rekan militer Lettu Laut Kesehatan dr Eko Damara (31), yang ditemukan tewas di Poskotis Satgas Mobile, RI-PNG Yonif 7 Marinir, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada 27 April 2024 lalu.
Dalam laporan resmi, pihak TNI Angkatan Laut menyebut bahwa Eko tewas bunuh diri dengan menggunakan senjata api yang menembus bagian belakang kepalanya. Namun, keluarga korban menolak klaim tersebut. Mereka menduga Eko menjadi korban pembunuhan, bukan bunuh diri.
Eko, seorang perwira TNI Angkatan Laut asal Sumatera Utara, memiliki riwayat karier yang cemerlang. Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran dan memperoleh gelar profesi, Eko bergabung dengan TNI pada tahun 2018 sebagai perwira prajurit karir khusus kesehatan.
Sejak itu, Eko telah mengabdi di berbagai tempat, mulai dari RS Angkatan Laut Al Ilyas Tarakan hingga menjadi kordinator Instalasi Gawat Darurat (IGD) penanggulangan Covid-19 di Wisma Atlet pada masa pandemi. Ia juga pernah menjabat sebagai Wadankeslap rumah sakit lapangan dan menjadi pelatih di Akademi Militer sebelum akhirnya menjadi dokter di Satgas Mobile RI-PNG Yonif 7 Marinir di Papua.
Kematian tragis Eko menimbulkan kebingungan dan duka mendalam di kalangan keluarga, teman, dan rekan-rekannya di TNI. Pihak keluarga menduga bahwa Eko mungkin menjadi korban penganiayaan sebelum akhirnya ditembak hingga tewas. Mereka menunjukkan adanya bekas lebam dan dugaan tanda penganiayaan pada tubuh Eko saat jenazahnya tiba di kampung halamannya.
Meskipun pihak TNI Angkatan Laut telah menyimpulkan bahwa kematian Eko adalah hasil bunuh diri, keluarga masih menuntut kejelasan dan keadilan. Mereka meminta penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran di balik kematian tragis seorang putra terbaik bangsa yang telah berbakti kepada negara dan masyarakat.
Keberadaan Lettu Laut Eko Damara dan misteri kematian tragisnya menggugah kesadaran akan pentingnya menjaga kesejahteraan mental dan kesehatan psikologis para anggota TNI, serta menegaskan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam menangani kasus-kasus serupa di masa depan. Semoga kebenaran segera terungkap dan Eko Damara dapat beristirahat dengan tenang.
(N/014)