Debt Collector Yogya Beraksi: Upaya Perampasan Mobil Wisatawan Madiun di Kebun Binatang Gembira Loka

Redaksi - Rabu, 22 Mei 2024 09:15 WIB

JATIM -Tim Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Yogyakarta berhasil mengungkap kasus tindak perampasan yang terjadi di Kebun Binatang Gembira Loka Zoo. Lima oknum debt collector (DC) diduga berusaha merampas mobil milik seorang wisatawan asal Madiun, Jawa Timur, pada Jumat (17/5) sekitar pukul 16.00 WIB.

Peristiwa ini bermula ketika korban sedang menikmati liburan bersama keluarganya di Kebun Binatang Gembira Loka. Namun, ketika hendak meninggalkan tempat tersebut, korban dan keluarganya dihadang oleh lima orang yang mengaku sebagai debt collector yang ditugaskan oleh sebuah leasing.

Identitas lima orang tersebut adalah AF, IR, HR, GL, dan JRW. Mereka mengklaim bahwa mobil yang digunakan oleh korban telah telat angsuran selama 10 bulan. Tanpa memberikan penjelasan yang memadai, para debt collector tersebut memaksa korban untuk menyerahkan kendaraannya.

AKP Probo Satrio, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, menjelaskan bahwa meskipun korban membantah pernah melakukan kredit melalui leasing yang disebutkan oleh para debt collector, mereka tetap memaksa untuk mendapatkan STNK kendaraan korban. Dengan alasan akan melakukan pengecekan nomor rangka dan mesin, korban terpaksa menyerahkan STNK tersebut karena merasa terancam.

Namun, setelah melakukan pemeriksaan, polisi menemukan bahwa surat yang dibawa oleh para pelaku tidak sesuai dengan identitas kendaraan korban. Meski demikian, para debt collector masih tetap memaksakan diri untuk menarik mobil korban. Bahkan, tiga dari mereka berhasil membawa kabur STNK milik korban.

Tidak tinggal diam, korban dengan cepat mengambil langkah preventif dengan membawa masalah ini ke kantor polisi terdekat. Dua pelaku, AF dan IR, yang masih bersama korban, akhirnya menyetujui untuk ikut datang ke kantor polisi tersebut.

Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi menetapkan AF dan IR sebagai tersangka tindak pidana perampasan. AF, yang merupakan ketua kelompok debt collector tersebut, ditetapkan sebagai pelaku utama dalam kasus ini. Sementara itu, tiga pelaku lainnya, yaitu HR, GL, dan JRW, masih dalam pencarian.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius dari publik, mengingat tindakan para debt collector yang nekat merampas harta benda orang lain tanpa alasan yang jelas. Penegakan hukum yang tegas menjadi kunci dalam menangani kasus semacam ini, sehingga masyarakat bisa merasa aman dan dilindungi dari ancaman tindak kriminal yang semakin merajalela.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Hukum dan Kriminal

Hashim Djojohadikusumo Ungkap Kekhawatiran Investor soal Kebijakan Prabowo-Gibran

Hukum dan Kriminal

Lionel Messi Berduka, Sang Ayah Jorge Messi Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

Hukum dan Kriminal

H.M Yusuf Sambangi Veteran Sumut, Ingatkan Generasi Muda Tak Lupakan Sejarah: Jasa Pejuang Tak Terbalaskan

Hukum dan Kriminal

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Tapi Mengapa Daya Beli Masyarakat Melemah?

Hukum dan Kriminal

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Mengapa Indonesia Tak Bisa Menyaksikannya?

Hukum dan Kriminal

Prabowo Akan Rombak Buku Pelajaran SD-SMA, Ini Alasan dan Perubahannya