Dampak Psikologis Judi Online: Ciri-ciri Kecanduan dan Peluang Sembuh Yang Terbuka?

BITVonline.com - Minggu, 16 Juni 2024 04:29 WIB

BITVONLINE.COM -Dalam era digital yang semakin maju, fenomena judi online menjadi sorotan utama tidak hanya karena dampak ekonominya, tetapi juga dari sisi psikologis yang mendalam. Menurut penelitian psikolog klinis Tri Iswardani, dorongan utama yang mendorong seseorang untuk terjerumus ke dalam dunia judi online adalah faktor ekonomi. Keinginan untuk mendapatkan uang dengan cepat seringkali menjadi daya tarik kuat yang sulit untuk ditolak.

Namun demikian, Tri menekankan bahwa faktor ekonomi bukanlah satu-satunya penyebab. Pengalaman awal yang menghasilkan kemenangan dalam judi bisa memicu pelepasan dopamine, neurotransmitter yang terkait dengan sensasi senang di otak. Hal ini membuat seseorang terdorong untuk terus mencari pengalaman yang sama, meskipun sering kali menghadapi kekalahan.

“Biasanya, para pelaku judi online akan diberikan kemenangan awal sebagai pancingan, untuk membuat mereka ketagihan,” ungkap Tri

Bahkan ketika seseorang mulai mengalami kekalahan secara berulang, judi online tetap memberikan ‘adrenaline rush’ yang membuatnya sulit untuk berhenti. Sensasi tegang saat menunggu hasil taruhan, apakah menang atau kalah, menjadi magnet kuat yang membuat mereka terus terjebak dalam permainan ini.

Tidak jarang, kecanduan judi online juga dapat berujung pada kecanduan substansi lainnya, seperti narkoba. Dorongan ‘adrenaline rush’ seringkali mendorong seseorang untuk begadang dan terus memantau permainan, yang pada akhirnya dapat memicu ketergantungan pada obat terlarang.

Tri menjelaskan bahwa risiko kecanduan bisa ditekan jika seseorang memiliki kontrol diri yang baik. Namun, kebanyakan pelaku judi online sering kali tidak menyadari bahwa mereka telah kecanduan atau sulit mengakui hal tersebut. Mereka cenderung ‘denial’ dan baru sadar ketika sudah terlambat, ketika masalah finansial mereka tidak terkendali lagi.

Salah satu tanda kecanduan judi online adalah perubahan perilaku yang mencolok, seperti menjadi tertutup dan menghabiskan waktu yang lama di depan layar gadget. Mereka seringkali berbohong kepada keluarga tentang kondisi finansial mereka yang buruk, dan sering kali terlibat dalam pinjaman uang yang tak terkendali.

Namun, seperti kecanduan pada umumnya, kecanduan judi online juga bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat. Tri menyarankan untuk mengalihkan sumber kesenangan dari judi online ke aktivitas lain yang positif, yang juga dapat memicu pelepasan dopamine. Pendekatan psikologis dan, jika perlu, represif dapat diterapkan untuk membantu mereka keluar dari jeratan kecanduan ini.

“Dalam beberapa kasus, memutuskan akses internet sementara bisa menjadi langkah awal yang efektif,” kata Tri.

Penting untuk menciptakan kesadaran di masyarakat bahwa kecanduan judi online adalah masalah serius yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar. Konfrontasi dengan cara yang baik dan lembut dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk membantu mereka menyadari masalahnya dan mencari pertolongan profesional.

Kesadaran akan risiko kecanduan judi online perlu ditingkatkan, dan dukungan psikologis harus lebih tersedia dan dijangkau oleh mereka yang membutuhkan. Hanya dengan langkah-langkah konkret dan kolaborasi semua pihak, kita dapat melindungi masyarakat dari dampak buruk yang ditimbulkan oleh judi online.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Hukum dan Kriminal

Projo Klaim Jokowi Pulih 99%, PSI Langsung Beri Tanggapan Keras

Hukum dan Kriminal

BNN Amankan 7 Tersangka dalam Penggerebekan Kampung Narkoba di Labura

Hukum dan Kriminal

Kerap Jadi Titik Kecelakaan, KAI Sumut Tutup Enam Titik Perlintasan Liar di Tiga Daerah

Hukum dan Kriminal

Viral Guru Ngaji Ini Ungkap Titik Transaksi Narkoba di Deli Serdang, Malah Diteror Keluarga Pelaku

Hukum dan Kriminal

Jaga Jalur Minyak Dunia, Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

Hukum dan Kriminal

TAUD Kritik Keras Sidang Kasus Andrie Yunus di Pengadilan Militer, Sebut Jadi ‘Sandiwara Peradilan’