MAKASSAR -Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Andi Rian Djajadi, menegaskan langkah tegasnya dengan mencopot tiga perwira tinggi di lingkungan kepolisian yang terlibat dalam kasus judi sabung ayam. Keputusan ini menjadi sorotan utama dalam upaya menegakkan disiplin dan moralitas di tubuh Polri menjelang pergantian tahun.Tindakan Tegas Kapolda Sulsel
Dalam konferensi pers yang digelar hari ini, Kapolda Andi Rian Djajadi mengonfirmasi pencopotan Kasat Intelkam dan Kasat Reskrim dari Polres Toraja Utara, serta Kapolsek Kahu, Bone, AKP E. Ketiganya dianggap terlibat dalam pembiaran terhadap praktik judi sabung ayam di wilayah kerja mereka masing-masing. “Saya sudah mencopot ketiganya dari jabatan mereka dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Paminal Propam Polda Sulsel,” ungkap Kapolda.
Keputusan Berdasarkan Bukti Penggerebekan
Pencopotan ini dilakukan setelah polisi berhasil menggerebek aktivitas judi sabung ayam yang melibatkan 35 orang dan puluhan ayam aduan di Toraja Utara. “Kasat Intel dan Kasat Reskrim dari Polres Toraja Utara kini sedang diproses di Propam untuk menentukan apakah mereka akan dihadapkan pada pidana atau setidaknya hukuman disiplin,” tambah Kapolda.
Surat Keputusan Pencopotan
Kapolda Sulsel juga mengungkapkan bahwa Surat Keputusan (SK) pencopotan terhadap Kapolsek Kahu, Bone, sudah dikeluarkan sebagai tanggapan terhadap laporan masyarakat terkait maraknya judi sabung ayam di daerah tersebut. “Saya tekankan kepada seluruh jajaran polisi untuk tidak terlibat dalam aktivitas perjudian dan narkoba. Sanksi akan diberlakukan secara tegas tanpa kompromi,” tegas Kapolda.
Komitmen Terhadap Moralitas dan Disiplin
Dengan latar belakang pengalamannya sebagai mantan Direktur Tipidum Bareskrim Polri, Andi Rian Djajadi menekankan komitmen kuatnya terhadap tegaknya hukum dan moralitas di tubuh kepolisian. “Saya selalu mengingatkan, tidak ada ruang bagi anggota polisi untuk terlibat dalam aktivitas ilegal seperti judi dan narkoba. Kita akan terus menindak tegas setiap pelanggaran yang terjadi,” pungkasnya.
Reaksi Publik dan Harapan Ke Depan
Keputusan Kapolda Sulsel ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat yang menuntut keadilan dan kebersihan institusi kepolisian. yang menjadi sorotan utama di media sosial.
Kesimpulan
Langkah Kapolda Sulsel dalam mencopot tiga perwira tinggi Polri yang terlibat dalam kasus judi sabung ayam menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan profesionalisme di kepolisian. Harapan untuk masa depan adalah terciptanya lingkungan kerja yang bersih dari praktik-praktik yang merusak moralitas dan citra institusi.
(N/014)