MEDAN –Malam Minggu di kota Medan ternyata tidak hanya diramaikan dengan keceriaan dan hiburan semata. Pada dini hari, ketenangan di kawasan Bundaran SIB Medan Petisah terganggu oleh serangan brutal yang menimpa sembilan anggota Yonif 100/PS TNI. Dalam sebuah insiden yang mengejutkan, anggota-anggota TNI ini diserang secara tiba-tiba oleh geng motor beridentitas Simple Life, menurut laporan resmi dari Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Infanteri Rico Siagian.
Penyerangan Tanpa Ampun
Pukul 03.20 WIB, keheningan malam terguncang oleh kedatangan tak terduga dua mobil dan sejumlah sepeda motor, membawa sekitar 20 anggota geng motor Simple Life. Dalam keadaan mabuk berat, mereka langsung menuduh sembilan anggota TNI yang sedang makan di sebuah angkringan lokal sebagai musuh mereka. Tanpa membuang waktu, geng motor ini melancarkan aksi penyerangan membabi buta menggunakan senjata tajam.
Perlawanan dan Korban yang Terluka Parah
Meskipun tak terlatih untuk berhadapan dengan serangan semacam itu, para anggota TNI tidak gentar. Mereka berusaha mempertahankan diri dengan sekuat tenaga. Namun, dalam kejadian tragis ini, Prada Defliadi harus menanggung nasib malang. Ia terluka parah akibat bacokan di kepala, mata, dan tangan, memaksa dirinya untuk menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat.
Pelarian Para Pelaku
Setelah melakukan serangkaian aksi kekerasan, para pelaku yang tidak bertanggung jawab segera melarikan diri. Kehadiran mereka yang singkat hanya meninggalkan luka yang dalam di hati masyarakat setempat dan keluarga anggota TNI yang terkena dampaknya.
Upaya Penyelidikan dan Penangkapan
Sebagai respons terhadap kejadian tragis ini, pihak Kepolisian Resort Kota Besar Medan dan Tentara Nasional Indonesia segera berkoordinasi untuk menangkap para pelaku. Kolonel Rico Siagian menegaskan bahwa penyerangan semacam ini tidak boleh dibiarkan berulang, dan semua langkah akan diambil untuk mengungkap motif serta identitas para pelaku.
Solidaritas dan Dukungan Publik
Kasus ini menimbulkan reaksi keras dari masyarakat, dengan panggilan untuk keadilan dan perlindungan terhadap para anggota TNI yang menjaga kedamaian dan keamanan di wilayah tersebut. Solidaritas dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat diharapkan dapat menjadi kekuatan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
(N/014)