MANGGARAI TIMUR — Relawan kemanusiaan sekaligus Founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ahmad Zaki meninggal ketika berada di wilayah Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Minggu, 23 Agustus 2026.
Saat itu, dia bersama sejumlah relawan sedang menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa.
Baca Juga: Seminggu Usai Gempa NTT: 87 Orang Meninggal, Lebih dari 150 Ribu Warga Mengungsi dan 53.971 Rumah Rusak Salah seorang rekan almarhum, Muhammad Rafki Razif Kiransyah dari Tim Hands Foundation, mengatakan dirinya telah enam hari bersama Ahmad Zaki dalam kegiatan penyaluran bantuan.
Menurut Rafki, selama menjalankan kegiatan kemanusiaan tersebut Ahmad Zaki terlihat sehat dan bersemangat.
Dia juga tidak pernah mengeluhkan sakit meski aktivitas penyaluran bantuan cukup padat.
"Selama kurang lebih enam hari gitu kita sama-sama. Dari hari Senin, kita bareng-bareng ngeliat almarhum itu eh semangat. Terus sehat, gak ada keluhan sakit apa-apa terus juga gak keliatan kayak orang sakit gitu," kata Rafki, Minggu, 23 Agustus 2026.
Rafki mengatakan aktivitas penyaluran bantuan dilakukan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari
. Ahmad Zaki bersama tim bahkan sempat bermalam di Masjid Raya Reo dan wilayah Ruteng.
Sebelum kejadian, Ahmad Zaki bersama Rafki dan anggota tim lainnya berencana mendistribusikan 30 paket bantuan ke Desa Satar Padut, Kabupaten Manggarai Timur, sekitar pukul 14.00.
Rafki dan Ahmad Zaki berada dalam satu mobil ketika perjalanan berlangsung.
Kondisi kemudian berubah saat mereka berbalik arah dari lokasi penyaluran terakhir untuk melakukan asesmen kebutuhan warga terdampak gempa.