SAMOSIR – Air Terjun Sitapigagan di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir, menjadi salah satu destinasi wisata alam yang belakangan ramai dikunjungi wisatawan.
Keindahan air terjun yang berada di antara tebing batu menjulang tinggi menjadi daya tarik utama, terlebih setelah lokasi ini viral di media sosial.
Dari Pangururan, lokasi Air Terjun Sitapigagan dapat ditempuh sekitar 45 menit menggunakan sepeda motor.
Baca Juga: JPU Sebut Eksepsi Terdakwa Korupsi Waterfront Pangururan Masuk Materi Pokok Perkara Sepanjang perjalanan, wisatawan akan disuguhi panorama perbukitan yang mengelilingi kawasan Danau Toba.
Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disambut aliran air yang jatuh dari ketinggian belasan meter.
Debit air yang cukup besar menghantam bebatuan di dasar lembah, menghasilkan suara gemuruh yang berpadu dengan suasana alam yang masih asri.
Percikan air yang terbawa angin memberikan kesejukan bagi wisatawan yang datang setelah menempuh perjalanan menuju lokasi.
Di balik pesona alamnya, Air Terjun Sitapigagan juga dikenal memiliki sejumlah pantangan yang dipercaya oleh masyarakat setempat.
Informasi mengenai pantangan tersebut dipasang di gerbang masuk kawasan wisata sebagai pengingat bagi para pengunjung.
Beberapa pantangan yang disebutkan antara lain tidak menggunakan pakaian berwarna merah, melapor apabila baru mengonsumsi daging anjing atau babi, serta bagi perempuan yang sedang menstruasi juga diharapkan melapor sebelum memasuki kawasan air terjun.
Seorang penjaga kawasan wisata mengatakan aturan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan masyarakat yang menganggap lokasi air terjun sebagai tempat yang sakral.
"Pantangan itu karena dianggap sakral ole masyarakat setempat. Banyak kejadian yang tetap pakai baju merah ke air terjun, kayak sakit atau kayak lihat 'sesuatu' di sekitar air terjun," ujar seorang penjaga air terjun.