JAKARTA — PT Global Loyalty Indonesia (GLI) membantah klaim yang menyebut Giorgio Antonio Chandra sebagai Chief Executive Officer (CEO) maupun pemilik perusahaan.
Klarifikasi ini disampaikan melalui akun resmi Instagram @gli.id pada Senin, 8 Juni 2026, menyusul ramainya perbincangan publik di media sosial.
Dalam pernyataan tertulisnya, PT GLI menegaskan bahwa Giorgio tidak memiliki hubungan struktural maupun kepemilikan saham di perusahaan tersebut.
Baca Juga: Disnaker Medan Gelar Rabu Walk-In Interview 10 Juni, Puluhan Lowongan Kerja Menanti! "Menanggapi berita yang beredar di media sosial berkenaan dengan terdapat berita hoaks Saudara Giorgio Antonio Chandra adalah CEO/Pemilik PT Global Loyalty Indonesia (GLI), kami menginformasikan bahwa hal tersebut tidak benar," tulis perusahaan.
GLI juga menyebut bahwa Giorgio tidak pernah menjabat posisi apa pun di dalam struktur manajemen maupun kepemilikan perusahaan.
Kehadiran Giorgio di lingkungan perusahaan, menurut GLI, hanya bersifat sementara dalam kapasitas sebagai bintang tamu dalam sebuah acara pada 2025.
"Kehadiran Saudara Giorgio Antonio Chandra di kantor kami adalah dalam kapasitasnya sebagai bintang tamu pada salah satu acara yang diselenggarakan oleh GLI pada tahun 2025 lalu," lanjut pernyataan tersebut.
Pernyataan klarifikasi ini muncul setelah publik mempertanyakan klaim Giorgio yang sebelumnya mengaku memiliki sejumlah perusahaan dan menjabat sebagai CEO.
Keraguan warganet mencuat seiring aktivitas Giorgio yang kerap tampil dalam siaran langsung di media sosial bersama figur publik Sarwendah.
Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan konsistensi pernyataan tersebut, terutama terkait aktivitas kesehariannya yang lebih banyak terlihat di ruang digital dibandingkan dunia korporasi yang identik dengan jabatan eksekutif.
Menanggapi hal itu, Giorgio dalam siaran langsung sebelumnya menyatakan bahwa dirinya memang memiliki beberapa perusahaan yang terdaftar atas namanya dan dapat diverifikasi melalui data publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan lanjutan dari Giorgio Antonio terkait bantahan resmi PT GLI tersebut.